Isak Tangis Iringi Pemakaman Kopilot Smart Air Korban Penembakan KKB

Jumat, 13 Feb 2026, 17:50 WIB

Jakarta -- Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman kopilot pesawat Smart Air Capt Baskoro Adi Anggoro yang tewas ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai, Papua.

Isak tangis keluarga, kerabat, dan rekan sejawat pecah mengiringi kepergian almarhum yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat pukul 15.26 WIB.

Ket. Foto: Prosesi pemakaman kopilot pesawat Smart Air Capt Baskoro Adi Anggoro di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (13/2). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza).

Suasana duka semakin terasa saat prosesi pemakaman dimulai. Isak tangis keluarga dan kerabat pun semakin pecah ketika peti jenazah dibawa keluar dari rumah duka menuju tempat peristirahatan terakhir.

Upacara diawali dengan ibadah singkat. Dalam rangkaian tersebut, seluruh hadirin diajak untuk menguatkan iman dan menyerahkan kepergian almarhum kepada Tuhan.

Doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kehidupan almarhum sekaligus permohonan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sejumlah lagu rohani pun dikumandangkan, mengiringi suasana haru. Keluarga terlihat saling berpelukan, menahan air mata saat mengenang kebaikan dan pengabdian almarhum semasa hidup.

Usai rangkaian ibadah, peti jenazah perlahan diangkat dan dimasukkan ke liang lahat. Tangis semakin pecah ketika peti mulai diturunkan ke dalam liang kubur.

Pemimpin ibadah di pemakaman kembali memimpin doa penutup, memohon agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan.

Setelah itu, keluarga secara bergantian menaburkan bunga dan tanah sebagai tanda perpisahan terakhir.

"Kesayangan mamah, Baskoro Adi Anggoro, kita berpisah di sini, kita bertemu nanti di surga, I love you," kata Ibu Baskoro, Triyana di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat.

"Selamat jalan sayang," lanjut ayah Baskoro, Isbranto.

"Selamat jalan cucuku, senyum di sana, aku tak bisa menciummu," ucap nenek Baskoro.

Sebelumnya, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan pilot Enggo dan kopilot Baskoro tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata setelah pesawat Smart Air mendarat di Lapangan Terbang Korowai pada Rabu (11/2) sekitar pukul 11.00 WIT.

Pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR itu berangkat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dan dilaporkan membawa penumpang saat ditembaki setibanya di Karowai. 

  • Smart Air

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.