DPRD Kalsel Dorong Hilirisasi Terpadu dan Pembangunan Gudang Pangan Provinsi
📅 Jumat, 13 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
BANJARMASIN - Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi menyatakan, komisinya mendorong hilirisasi terpadu dengan gudang pangan menjadi penguat petani dan peternak lokal.
"Upaya hilirisasi sektor peternakan dan perkebunan di Kalsel harus berjalan/beriringan dengan penguatan sistem cadangan pangan daerah," ujar Firman saat Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Provinsi setempat di Banjarbaru, Kamis.
Menurut dia, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi harus mampu mendorong penciptaan nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, hingga distribusi produk.
"Dengan begitu, petani dan peternak di Kalsel tidak hanya menjadi pemasok komoditas primer, tetapi juga menjadi bagian dari rantai industri yang memberikan keuntungan lebih besar," ujar Firman Yusi.
Menurut dia, hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita tidak bisa terus menjual dalam bentuk bahan baku. Harus ada pengolahan, ada penguatan branding, dan ada jaminan pasar,” ujarnya.
Dia menegaskan, salah satu strategi penting yang perlu segera diwujudkan adalah pembangunan gudang pangan sebagai cadangan pangan provinsi.
Gudang tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi menjadi instrumen stabilisasi harga dan penguatan ekonomi lokal.
Firman Yusi menambahkan, gudang pangan provinsi harus diisi oleh komoditas dan produk olahan dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.
"Dengan skema pembelian yang terencana dan harga yang wajar, pemerintah daerah dapat menyerap hasil produksi masyarakat saat panen raya atau ketika harga pasar melemah," ujarnya.
Menurut dia, gudang pangan tersebut harus menjadi "buffer stock" daerah sekaligus menjadi penyangga harga.
"Saat produksi melimpah dan harga turun, pemerintah hadir menyerap. Saat terjadi kelangkaan atau gejolak harga, stok ini bisa dilepas untuk menjaga stabilitas,” jelasnya.
Firman Yusi berpendapat, integrasi antara hilirisasi dan sistem cadangan pangan akan memperkuat ketahanan pangan Kalsel secara menyeluruh. Produk perkebunan seperti kelapa, karet, sawit rakyat, dan komoditas hortikultura dapat diarahkan pada pengolahan lanjutan.
Begitu pula subsektor peternakan, seperti sapi, ayam, dan produk turunannya perlu dorongan pengembangan industri pengolahan daging, susu, hingga pakan berbasis bahan baku lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!