Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada Potensi Banjir dan Longsor, BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Jateng Berstatus Siaga Curah Hujan Tinggi

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada Potensi Banjir dan Longsor, BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Jateng Berstatus Siaga Curah Hujan Tinggi Doc: ANTARA
Ket. Peta informasi peringatan dini curah hujan tinggi di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada Dasarian II Februari 2026 (11–20 Februari).

CILACAP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) berstatus siaga curah hujan tinggi pada Dasarian II Februari 2026, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir serta tanah longsor.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Kamis (12/2), mengatakan seluruh wilayah Jateng saat ini masih berada pada periode musim hujan.

“Memasuki Dasarian II Februari 2026 (11–20 Februari), seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada musim hujan. Beberapa daerah masuk kategori siaga curah hujan tinggi dengan potensi curah hujan 200-300 milimeter per dasarian,” katanya.

Berdasarkan surat Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, periode Dasarian II Februari 2026 potensi hujan deras diprakirakan terjadi secara bertahap pada 11–13 Februari, 14-16 Februari, dan 17–20 Februari 2026 di berbagai wilayah Jateng.

Dalam hal ini wilayah berstatus siaga curah hujan tinggi meliputi Kota Tegal serta Kabupaten Tegal, Jepara, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Sementara itu sejumlah daerah lain masuk kategori waspada dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian, antara lain Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kota Pekalongan, Kota Magelang, serta Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Kendal, Semarang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Meskipun fenomena iklim global seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral, Teguh mengatakan dinamika atmosfer regional masih mendukung pembentukan awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa Tengah.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan, terutama di wilayah perbukitan, daerah aliran sungai, serta kawasan dengan drainase kurang optimal.

“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran air, serta terus memantau informasi resmi BMKG agar dapat melakukan langkah mitigasi lebih dini,” katanya.

Selain potensi hujan deras, kata dia, BMKG juga memprakirakan adanya gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah pada 11–13 Februari 2026, sehingga nelayan dan pengguna jasa kelautan diminta berhati-hati.

“BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi lainnya,” kata Teguh Wardoyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

38 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.