Trump akan Kirim Gugus Tempur Kapal Induk Kedua di Timur Tengah

Kamis, 12 Feb 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (10/2), mengatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah, di tengah persiapan Washington dan Teheran untuk melanjutkan perundingan guna mencegah konflik baru.

Dikutip dari The Straits Times, Oman memfasilitasi pembicaraan antara Iran dan AS pekan lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pertemuan itu memungkinkan Teheran mengukur keseriusan Washington dan menunjukkan adanya cukup kesepahaman untuk melanjutkan proses diplomasi.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump meninggalkan Gedung Putih di Washington, DC, Jumat (6/2). — Sumber: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

Pembicaraan tersebut berlangsung setelah Trump menempatkan satu kapal induk di kawasan itu, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer baru.

Trump, yang bergabung dalam kampanye pengeboman Israel pada 2025 dan menyerang fasilitas nuklir Iran, sempat mengancam pada Januari untuk melakukan intervensi militer saat pemerintah Iran melakukan penindakan keras berdarah terhadap protes nasional. Namun, pada akhirnya ia menahan diri.

Trump mengatakan AS harus melakukan “sesuatu yang sangat keras” jika tidak tercapai kesepakatan dengan Iran.

“Entah kita mencapai kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras,” ujarnya.

Tanggal dan lokasi putaran berikutnya perundingan AS-Iran belum diumumkan.
Trump mengatakan bahwa ia juga mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah.

USS George Washington yang berada di Asia dan USS George H.W. Bush di pantai timur AS menjadi kandidat paling mungkin, menurut pejabat kepada Reuters, namun keduanya setidaknya membutuhkan waktu sepekan untuk tiba di Timur Tengah.

Pentagon juga dapat mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford dari kawasan Karibia.

“Setelah pembicaraan, kami merasa ada pemahaman dan konsensus untuk melanjutkan proses diplomatik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

Baghaei mengatakan kunjungan Ali Larijani, penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, ke Oman pada 10 Februari telah direncanakan sebelumnya. Larijani selanjutnya akan menuju Qatar, yang juga berperan sebagai mediator dalam sejumlah krisis Timur Tengah.

Secara khusus, pasukan AS di Pangkalan Al Udeid, Qatar pangkalan terbesar AS di Timur Tengah telah menempatkan rudal ke peluncur truk seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran sejak Januari, sehingga memungkinkan mobilisasi lebih cepat jika diperlukan.

Stok Rudal

Kantor berita resmi Oman melaporkan bahwa Larijani dan Sultan Oman Haitham bin Tariq membahas cara mencapai kesepakatan yang “seimbang dan adil” antara Iran dan AS, serta menekankan pentingnya kembali ke dialog guna menjembatani perbedaan dan mendorong perdamaian serta keamanan regional dan global.

AS berupaya memperluas cakupan negosiasi dengan Iran tidak hanya pada isu nuklir, tetapi juga membatasi program rudal balistik Iran, salah satu yang terbesar di Timur Tengah.

Teheran menyatakan arsenal rudalnya telah dibangun kembali sejak kampanye pengeboman 12 hari oleh Israel dan AS pada 2025, serta menegaskan bahwa stok rudalnya tidak dapat dinegosiasikan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump di Washington pada 11 Februari dan diperkirakan akan mendorong agar setiap kesepakatan AS-Iran mencakup pembatasan terhadap rudal Teheran.

Baghaei mengatakan AS “harus bertindak secara independen dari tekanan asing, terutama tekanan Israel yang mengabaikan kepentingan kawasan dan bahkan kepentingan AS sendiri”.

Dalam setiap perundingan, Iran akan tetap menuntut pencabutan sanksi keuangan dan mempertahankan hak nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Washington menuntut Iran menyerahkan stok uranium yang diperkaya hingga 60 persen kemurnian fisi, hanya selangkah dari 90 persen yang dianggap sebagai tingkat senjata.

  • Negosiasi AS-Iran

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.