Pangeran William Sambangi Arab Saudi, Temui Pesepak Bola Putri hingga Atlet E-Sport

Rabu, 11 Feb 2026, 09:13 WIB

RIYADH, ARAB SAUDI — Pangeran William bertemu pesepak bola putri dan mengikuti turnamen e-sports di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, Selasa (10/2) waktu setempat. Kunjungan ini berlangsung di tengah sorotan media Inggris terkait kembali mencuatnya skandal hubungan pamannya, Pangeran Andrew, dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Menurut keterangan Istana Kensington, William yang dikenal sebagai pemerhati isu lingkungan juga akan melanjutkan perjalanan ke kota bersejarah AlUla. Di sana, ia dijadwalkan mempelajari berbagai upaya konservasi dan pelestarian alam yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut.

Ket. Foto: Pangeran William menendang bola dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Selasa (10/2) waktu setempat. — Sumber: AFP

Agenda Pangeran William di Riyadh mencakup kunjungan ke proyek regenerasi kawasan perkotaan, mengikuti latihan sepak bola bersama tim usia muda putri setempat, serta ambil bagian dalam sebuah turnamen olahraga elektronik atau e-sports.

Hubungan erat antara keluarga kerajaan Inggris dan Arab Saudi telah terjalin sejak lama. Arab Saudi dipandang sebagai salah satu mitra terpenting Inggris di kawasan Teluk. Almarhum Ratu Elizabeth II tercatat pernah menerima kunjungan kenegaraan keluarga kerajaan Saudi sebanyak empat kali, sejajar dengan hubungan Inggris bersama sekutu utama lain seperti Prancis dan Jerman.

Sebelum kunjungan William, anggota senior keluarga kerajaan Inggris terakhir yang melakukan lawatan resmi ke Riyadh adalah ayahnya, Raja Charles III, saat masih menjabat sebagai Pangeran Wales pada tanggal Februari 2014.

Menjelang kedatangan William di Arab Saudi, Istana Kensington memecah kebisuan selama bertahun-tahun terkait hubungan Pangeran Andrew dengan Jeffrey Epstein. Dalam pernyataan singkatnya, istana menyebut William dan istrinya, Catherine, “sangat prihatin atas pengungkapan-pengungkapan yang terus berlanjut.”

Pernyataan tersebut dirilis tanpa menyebut nama Pangeran Andrew secara langsung, di saat monarki Inggris kembali berada di bawah tekanan akibat berbagai tuduhan yang berkaitan dengan relasi Andrew dan Epstein.

Dalam tudingan terbaru yang muncul dari dokumen kasus Epstein yang dipublikasikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, terungkap dugaan bahwa Andrew sempat menyerahkan laporan yang berpotensi bersifat rahasia kepada Epstein. Dugaan itu terkait perannya sebagai utusan perdagangan Inggris, jabatan yang diembannya pada periode 2001 hingga 2011.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.