Kendalikan Harga Cabai Rawit, Pemprov NTB Intervensi Pasar

Selasa, 10 Feb 2026, 12:42 WIB

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera mengintervensi pasar untuk mengendalikan komoditas cabai rawit yang melampaui harga eceran tertinggi Rp57.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan harga cabai rawit saat ini berada pada kisaran Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram.

Ket. Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kedua kanan) berdialog bersama pedagang membahas tentang lonjakan harga cabai rawit di Pasar Mandalika Bertais, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (10/2/2026).  — Sumber: ANTARA

"Intervensi pasar dimulai Jumat ini melalui Gerakan Pangan Murah ke seluruh pasar di NTB," ujarnya saat meninjau Pasar Mandalika Bertais di Mataram, Selasa (10/2).

Iqbal menegaskan intervensi pasar merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau menjelang Ramadan.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.

Harga cabai rawit yang melonjak tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni curah hujan tinggi yang menghambat proses panen, peningkatan penjualan cabai ke Pulau Jawa, serta lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

Gubernur Iqbal memastikan tidak ada indikasi penimbunan oleh para pelaku usaha yang menyebabkan harga cabai melonjak signifikan.

"Cabai adalah komoditas yang cepat rusak, sehingga kecil kemungkinan ditimbun. Ini murni mekanisme pasar," ucapnya.

Pemerintah NTB berkoordinasi dengan Polda NTB dan Bank Indonesia untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah NTB juga berkomunikasi langsung dengan para pengepul besar di Lombok Tengah dan Lombok Timur agar memprioritaskan kebutuhan lokal sebelum pengiriman ke luar daerah.

"NTB tidak boleh kekurangan cabai. Saya minta para pengepul fokus memenuhi kebutuhan NTB terlebih dahulu supaya stok terjaga dan harga segera terkendali," pungkas Iqbal.

Harga cabai rawit yang melambung dirasakan oleh pedagang bernama Made Kuniarti asal Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Ia terpaksa mencari pasokan cabai rawit ke pasar induk Mandalika Bertais demi mendapatkan harga cabai rawit yang lebih murah.

"Di tempat saya sudah Rp115.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Mandalika Bertais masih Rp95.000 per kilogram. Saya butuh sekitar 1,5 kilogram setiap hari untuk jualan," kata Made.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.