MBG SPPG Purwosari 1 Terkontaminasi Bakteri E.Coli
Senin, 09 Feb 2026, 22:14 WIBKudus - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Abdul Hakam mengatakan sampel makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 01 yang dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E.Coli).
"Dalam pengujian sampel makanan di BLK Semarang terdapat dua jenis pemeriksaan, yakni bakteriologis dan kimia," ucap Abdul Hakam di Kudus, Senin.
Pemeriksaan bakteriologis, kata dia, untuk mengidentifikasi bakteri dan dampaknya terhadap kesehatan. Sedangkan pemeriksaan kimia untuk menganalisis parameter non-bakteriologis seperti zat kimia dalam air.
Ia mengatakan hasil pertama yang sudah keluar, yakni pemeriksaan bakteriologis yang disebutkan mengandung E.coli. Sementara jenis pemeriksaan kimia, kata dia, hasilnya baru diinformasikan keluar hari ini (9/2).
Terkait permasalahan dugaan keracunan yang dialami para siswa SMA Negeri 2 Kudus, tim Badan Gizi Nasional (BGN) juga sudah datang langsung ke SPPGÂ di Kota Kudus Purwosari 1 untuk melakukan intervensi.
Adanya kontaminasi E.coli, bisa dipicu proses pengolahan yang kurang memenuhi standar, seperti proses masak yang tidak sempurna, proses pencucian bahan, hingga disebabkan kualitas air yang kurang layak.
Pengiriman sampel makanan untuk diuji di BLK Semarang dilakukan pada Kamis (29/1). Setelah 131 siswa pada hari yang sama mengalami kasus dugaan keracunan. Pasca-kejadian, sekolah tersebut tidak lagi menerima distribusi menu MBG dari SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1.
Kronologis kejadian dugaan keracunan, berawal ketika siswa maupun guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Kudus menerima paket menu MBG berupa soto ayam suwir dari SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1 pada Rabu (28/1).
Hari berikutnya, yakni Kamis (29/1) sejumlah guru mengeluhkan kesehatan mereka, termasuk para siswa juga mengalami perut mual, muntah, dan kepala pusing.
Karena jumlahnya semakin banyak, akhirnya Pemkab Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada ambulans menuju SMA Negeri 2 Kudus guna mengevakuasi dan membawa para siswa ke rumah sakit terdekat.
Sehingga mereka juga harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera. Adapun Rumah sakit rujukan bagi para siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kepala setelah menyantap menu MBG tersebut meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Dari total lebih dari seratus siswa yang dirujuk pada Kamis (29/1), tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap. Namun seiring penanganan medis yang dilakukan secara intensif, kondisi kesehatan para siswa berangsur membaik dan secara bertahap diperbolehkan pulang.
- MBG
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Selat Hormuz Memanas: Militer AS Bakal Turun Tangan Kawal Kapal Tanker
-
Masyarakat Diminta untuk Lapor jika Ada Penyimpangan MBG
-
Penertiban Penjual Petasan di Malam Ramadan
-
NATO Gelar Latihan Serangan Amfibi Skala Besar untuk Membebaskan Wilayah di Sayap Timur Aliansi
-
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Standar Pelayanan SPBU di Aceh Jelang Ramadan 2026
-
BPBD Tangerang Imbau Warga Cek Instalasi Listrik Secara Berkala
-
MBG Jangkau 27 Ribu SPPG dengan Serap Anggaran Rp60 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.