171.000 Personel Bersih-bersih Jakarta

Senin, 09 Feb 2026, 04:05 WIB

JAKARTA – Perlu sering dilakukan kerja bakti massal untuk membersihkan Jakarta. Hari Minggu (8/2) kemarin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengerahkan 171.000 lebih personel gabungan untuk kerja bakti massal bertajuk “Jaga Jakarta Bersih.” Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengatakan, personel gabungan terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP), Tenaga Ahli (TA) Pemprov Jakarta, masyarakat, TNI, dan Polri.

“Secara bersamaan, kita mengikuti kerja bakti, gotong royong melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih,” kata Rano saat meninjau kerja bakti di Jalan Cempaka Putih Tengah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dia menyampaikan, kegiatan ini sesuai dengan Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 2 Tahun 2026 untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih. Selain itu, langkah ini sekaligus sebagai upaya preventif menghadapi musim pancaroba, yang biasanya diikuti dengan potensi penyakit deman berdarah dengue (DBD).

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dalam kegiatan kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2). — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta

“Makanya semak-semak dibersihkan. Sungai dan genangan-genangan dilancarkan,” jelasnya. Adapun fokus utama kegiatan adalah menguras dan pembersihan saluran air guna meningkatkan kapasitas saluran air, serta mencegah penyumbatan sampah. Menurut Rano, kerja bakti massal harus dilakukan karena fogging (pengasapan) belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik.

Jentik-jentik paling efektif, kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya dulu kita dengar 3M: menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang. “Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat,” tambah Rano. Selain menerjunkan personel, Pemprov juga mengerahkan 60 alat berat dan 144 truk pengangkut untuk menangani 66 lokasi prioritas.

Pemprov, lanjut Rano, juga berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-Jakarta dalam melaksanakan kegiatan ini. PMI memberikan dukungan dengan menyiapkan hampir lima ribu cangkul, lima ribu sekop, 10 ribu gerobak dorong dan tiga ribu karung untuk mengangkut sampah.

Setiap kota administrasi memperoleh masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak dan 600 karung. Rano pun mendorong kesadaran seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga Jakarta tetap bersih dan sehat. “Memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus kita dilakukan bersama-sama,” katanya.

Pangdam dan Kapolda

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Asep Edi Suheri dan Panglima Komando Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Deddy Suryadi juga ikut kerja bakti massal. Keduanya mengikuti aksi kerja bakti di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.Menurut Kapolda, selain di Papanggo, kegiatan serupa juga dilakukan di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kegiatan melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah serta unsur masyarakat.

“Kita secara serentak seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kabupaten Tangerang, Bekasi dan Depok, melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai tindak lanjut instruksi Bapak Presiden,” katanya. Kegiatan itu menyasar pembersihan jalan lingkungan, saluran air hingga fasilitas umum sebagai upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Sebanyak 1.150 personel melaksanakan kegiatan di Waduk Cincin, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sementara itu, 4.431 personel lainnya juga melaksanakan kegiatan serentak di kota dan kabupaten dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya. “Total sebanyak 5.581 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Kapolda menambahkan, kegiatan bersih-bersih akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan direncanakan menjadi agenda rutin. Polda Metro Jaya berupaya menggelorakan kegiatan ini bersama seluruh elemen masyarakat. “Jika lingkungan bersih, potensi bencana dapat diminimalkan dan aktivitas warga tidak terganggu,” katanya.

Sedangkan Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan tak mau masuk gorong-gorong saat kerja bakti massal karena takut ditertawakan wartawan. Pramono yang berdiri tepat di samping Jusuf Kalla itu mengatakan bahwa dirinya bisa saja masuk ke dalam gorong-gorong, namun risikonya akan ditertawai wartawan.

Pemerintah Provinsi Jakarta dalam kerja bakti massal itu menerjunkan sebanyak 171.134 petugas gabungan serta potensi masyarakat. Menurut Pramono, kerja bakti dilaksanakan di 44 kecamatan, 267 kelurahan. Mereka yang juga terlibat adalah BUMD, masyarakat, perusahaan, dan ASN.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.