Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Survei FedEx: Keberlanjutan Jadi Faktor Kunci UKM Asia Pasifik dalam Perdagangan Global

31 Minggu, 08 Feb 2026, 00:10 WIB | Oleh:
Survei FedEx: Keberlanjutan Jadi Faktor Kunci UKM Asia Pasifik dalam Perdagangan Global Survei FedEx: Keberlanjutan Jadi Faktor Kunci UKM Asia Pasifik dalam Perdagangan Global Doc: FedEx
Ket. Armada logistik kendaraan listrik FedEx. Survei FedEx Asia Pasifik mengungkap keberlanjutan kini menjadi prioritas utama UKM dan konsumen dalam perdagangan lintas batas, mendorong transformasi logistik yang lebih ramah lingkungan.

JAKARTA — Federal Express Corporation (FedEx), salah satu perusahaan transportasi ekspres terbesar di dunia, mengungkapkan temuan utama dari survei Asia Pasifik yang melibatkan konsumen dan pelaku usaha terkait keberlanjutan serta perdagangan lintas batas. Survei ini mengulas perubahan prioritas yang semakin nyata, di mana praktik keberlanjutan kini menjadi fokus strategis bagi bisnis di seluruh kawasan. 

Hasil survei menunjukkan bahwa 80% Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di pasar Asia Pasifik mempertimbangkan aspek lingkungan saat melakukan aktivitas perdagangan dengan Eropa. Aspek keberlanjutan pun kian berperan penting dalam pengambilan keputusan logistik.

Asia Tenggara tercatat sebagai kawasan paling unggul dalam tren ini, dengan lebih dari 55% UKM di Malaysia dan Indonesia menjadikan  keberlanjutan sebagai faktor utama dalam pemilihan rantai pasok. Temuan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran serta langkah nyata terhadap isu lingkungan, baik di kalangan pelaku usaha maupun konsumen di kawasan Asia Pasifik.

Konsumen Mendorong Bisnis untuk Menerapkan  Keberlanjutan dalam Operasional

Dorongan terhadap praktik berkelanjutan semakin kuat dari sisi konsumen.  Survei mencatat sebanyak 84% konsumen di Asia Pasifik mendorong bisnis untuk menghadirkan opsi belanja online yang lebih ramah lingkungan. Aspek tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan kini menjadi salah satu faktor pembeda utama yang memengaruhi preferensi dan keputusan pembelian konsumen.

Sebesar 81% konsumen di Asia Pasifik menyatakan lebih memilih perusahaan yang dinilai menjalankan operasional secara berkelanjutan, dibandingkan dengan perusahaan lain yang menawarkan produk serupa namun tanpa komitmen keberlanjutan yang jelas.

Meskipun kualitas produk dan harga yang kompetitif masih menjadi pertimbangan utama dalam berbelanja online, hampir empat dari sepuluh konsumen di Asia Pasifik bersedia membayar lebih untuk kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, pelaku usaha pun mulai menyesuaikan strategi mereka. Praktik berkelanjutan tidak lagi dipandang sebagai nilai tambah semata, melainkan telah menjadi kebutuhan penting agar perusahaan tetap relevan dan kompetitif di pasar digital.

Konsumen semakin mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam keputusan pengeluaran mereka, yang pada akhirnya berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan.

“Kami melihat keberlanjutan telah berkembang dari sekadar kewajiban kepatuhan  menjadi pendorong utama pertumbuhan, ketahanan, dan diferensiasi dalam perdagangan global,” ujar Salil Chari, Regional President Asia Pacific FedEx melalui siaran pers pada hari Jumat (6/2).

“Di FedEx, kami berkomitmen untuk mendukung transformasi ini dengan menargetkan operasi carbon-neutral secara global pada tahun 2040. Kami berinovasi dalam layanan, mengoptimalisasi jaringan, serta menyediakan perangkat digital yang lebih cerdas untuk membantu bisnis mengubah ambisi keberlanjutan menjadi tindakan nyata, memfasilitasi keputusan pengiriman dengan emisi lebih rendah yang memperkuat daya saing dan dapat mengurangi dampak lingkungan,” ucapnya.

Menata Ulang Operasional Menuju Logistik yang Lebih Berkelanjutan

Untuk menjawab meningkatnya permintaan akan solusi logistik berkelanjutan, FedEx terus memperkuat investasinya pada teknologi dan infrastruktur mutakhir yang dirancang untuk menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Salah satu inisiatif tersebut adalah Stops Sequencing, sebuah alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengoptimalkan rute pengiriman secara real-time dengan mempertimbangkan volume serta spesifikasi paket pelanggan. Melalui perencanaan urutan pengantaran yang lebih cerdas dan pengurangan jarak tempuh yang tidak diperlukan, solusi ini berpotensi menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional1.

Selain itu, FedEx juga menghadirkan transparansi yang lebih besar bagi pelanggan melalui FedEx® Sustainability Insights, sebuah platform berbasis cloud yang memberikan visibilitas menyeluruh terkait dampak pada lingkungan dari aktivitas pengiriman.

Dengan memanfaatkan data jaringan FedEx yang tersedia hampir secara real-time, platform ini memungkinkan pelanggan memperkirakan emisi CO₂e, baik untuk setiap nomor resi maupun untuk keseluruhan akun pengiriman. Pelanggan juga dapat mengakses data emisi historis serta melakukan pencarian berdasarkan nomor resi di akun FedEx mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Perum Bulog Bentuk Satgas K...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.