Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Parimo Optimalkan Alat Manual Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 11:10 WIB | Oleh:
Pemkab Parimo Optimalkan Alat Manual Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan Doc: Antara Foto
Ket. Dua orang petugas memadamkan api yang merembet di kebun kakao warga di Desa Avolua dampak kebakatan hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong,

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah terus memaksimalkan penggunaan alat manual untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten itu.

"Peralatan digunakan berupa tanki semprot dan mesin alkon dijadikan sebagai alat memompa air, terutama penanganan titik api di atas gunung," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Sabtu.

Ia mengemukakan, kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dioperasikan di wilayah-wilayah yang dapat dijangkau, sedangkan mesin alkon dan tanki semprot digunakan untuk medan yang sulit dijangkau kendaraan damkar.

Meski butuh tenaga ekstra BPBD menilai pola seperti itu efektif diterapkan memadamkan api, hingga Sabtu (7/2) sore, nyala api tidak lagi terlihat.

"Selain memadamkan, tim juga sekaligus melakukan pembersihan untuk memastikan tidak ada lagi bara api," ujarnya.

Data sementara hasil asesmen BPBD Parigi Moutong hingga hari ke tujuh karhutla, total luas lahan terdampak 147 hektare yang mana sebelumnya luas lahan terdampak sekitar 90 hektare.

Adapun lahan terdampak karhutla yakni Dusun IV Desa Toboli dan Dusun I Desa Avolua 29 hektare, kemudian Dusun II dan III Desa Avolua 99 hektdan, perbatasan Desa Avodan, Kecamatan Parigi Utara dan Uevolo, Kecamatan Siniu 19,66 hektare, serta Desa Towera, Kecamatan Siniu 2,2 hektare.

"Api sebagian besar sudah bisa dikendalikan, kami mengapresiasi kerja sama tim di lapangan. Masih ada sejumlah titik api di atas gunung dan tim terus berupaya mengatasi," tutur Rivai.

Adapun tim terpadu bencana karhutla yakni unsur pemadam kebakaran 70 orang, Manggala Agni Kementerian Kehutanan 10 orang, TRC BPBD Sulteng 10 orang, TRC BPBD Parigi Moutong 17 orang, TNI 130 orang, Polri 40 orang, Dinas Sosial (Dinsos)/Tagana 12 orang.

Lalu alai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulteng, Dinas PU, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) masing-masing dia orang, Dinas Kesehatan 8 orang, PMI 6 orang, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) 10 orang, dan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) 15 orang.

Total personel yang tergabung dalam tim terpadu bencana karhutla sebanyak 334 orang. Kami juga di dukung 12 kendaraan operasional penanggulangan karhutla, tiga di antaranya mobil damkar sisanya mobil tanki suplai air. Selain itu kami juga mendapat bantuan 70 unit tanki semprot untuk pemadaman api," kata dia menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.