BMKG Kembangkan Radar Cuaca Inovatif untuk Menghadapi Bencana Hidrometeorologi
Minggu, 08 Feb 2026, 12:34 WIBYOGYAKARTAâ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi nasional melalui pengembangan radar cuaca non-polarimetrik hasil inovasi dalam negeri. Pengembangan ini ditujukan untuk menutup celah wilayah blank spot yang belum terjangkau radar cuaca operasional di berbagai daerah di Indonesia.
Proyek pengembangan radar cuaca tersebut didanai melalui program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Radar ini dirancang sebagai perangkat pendukung yang bersifat mobile sehingga dapat ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik di Yogyakarta, Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani menegaskan pentingnya aspek keamanan operasional dan legalitas teknologi. Ia menekankan agar inovasi ini dilengkapi dengan perlindungan paten yang bersifat universal, sehingga dapat dikembangkan dan diimplementasikan pada berbagai produk teknologi di masa depan.
âPengembangan radar ini harus mengedepankan keselamatan operasional serta memiliki dasar hukum yang kuat melalui paten, agar fleksibel dan berkelanjutan,â ujar Teuku Faisal dikutip dari kaman resmi BMKG, Minggu (8/2).
Riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini telah berlangsung sejak tahun 2020 dan melibatkan kolaborasi antara tim periset BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247. Kolaborasi tersebut bertujuan mewujudkan kemandirian teknologi nasional dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
BMKG menegaskan bahwa radar ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem radar yang telah ada, melainkan sebagai instrumen pendamping yang memberikan informasi cuaca secara real-time kepada masyarakat. Setelah melalui proses sertifikasi dan standarisasi, BMKG akan mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk ini agar dapat dimanfaatkan secara luas.
Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan teknologi nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrim, sekaligus menjadi bukti kemampuan talenta lokal dalam menghasilkan inovasi teknologi yang berdampak langsung pada keselamatan publik.
- Antisipasi Bencana
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- bencana hidrometeorologi
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Sore Nanti akan Turun Hujan di Jakarta
-
Menkomdigi Ajak Masyarakat untuk Laporkan Platform yang Tidak Taat PP Tunas
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
Jenazah Dua Prajurit TNI UNIFIL Tiba di Yogyakarta, Dimakamkan Secara Militer di Daerah Asal
-
Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini
-
Prabowo Hadiri Forum Bisnis Jepang-Indonesia, 10 Kesepakatan Tembus USD 22,6 Miliar
-
Unit Ekspedisi Korps Marinir AS Tiba di Wilayah Teluk Persia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.