IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Merah, Outlook Moody’s Tekan Bursa

Jumat, 06 Feb 2026, 17:47 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring pelaku pasar mencerna outlook Moody’s yang memberi sinyal kehati-hatian terhadap prospek fiskal dan stabilitas makro Indonesia.

Sentimen ini memicu aksi ambil untung, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar, di tengah sikap investor yang cenderung defensif.

Ket. Foto: Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Pelemahan indeks juga mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap persepsi risiko eksternal, sementara pelaku pasar menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal dan respons pemerintah untuk menjaga kepercayaan investor ke depan.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/2) sore, ditutup melemah 168,62 poin atau 2,08 persen ke posisi 7.935,25 seiring pelaku pasar merespons rilis lembaga pemeringkat global Moody's yang menurunkan “outlook” untuk peringkat utang Indonesia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,77 poin atau 1,66 persen ke posisi 815,58.

“Sentimen negatif berasal dari penurunan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia yang menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 (investment grade),” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta.

Di sisi lain, S&P Global Ratings menyatakan bahwa volatilitas pasar saham belum mengubah pandangan mereka terhadap peringkat Indonesia yaitu tetap dengan “outlook” stabil.

“Walaupun S&P meningkatkan bahwa pelemahan fiskal dapat menambah tekanan penurunan peringkat jika tidak diimbangi oleh perbaikan di area lainnya,” ujar Ratna.

Sementara itu, data ekonomi domestik, cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat di level 154,6 miliar dolar Amerika Serikat (A) pada Januari 2026, atau menurun dari sebelumnya 156,5 miliar dolar AS pada Desember 2025.

Penurunan tersebut akibat pembayaran utang valuta asing (valas) pemerintah dan upaya stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia (BI).

Sementara itu, indeks harga properti di Indonesia tumbuh 0,83 persen year on year (yoy) pada kuartal IV-2025, atau cenderung stabil dari sebelumnya 0,84 persen (yoy) pada kuartal III-2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak 2023.

Pada pekan depan, dari sisi domestik, Ratna mengatakan pelaku pasar akan mencermati rilis data consumer confidence, data retail sales, serta data penjualan sepeda motor dan mobil.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,18 persen.

Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 5,07 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 4,73 persen dan 3,23 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NZIA, ELPI, LION, INAI dan KJEN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PADI, PIPA, COIN, TRUE dan BIPI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.248.150 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,58 miliar lembar saham senilai Rp19,70 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 646 saham menurun, dan 68 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 435,69 poin atau 0,81 persen ke 54.253,69, indeks Shanghai melemah 10,33 atau 0,25 persen ke 4.065,58, indeks Hang Seng melemah 325,29 poin atau 1,21 persen ke posisi 26.559,94, dan indeks Straits Times melemah 41,45 poin atau 0,83 persen ke posisi 4,934,41.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.