Anggaran Infrastruktur Bantul Terancam Meleset, Proyeksi Tak Sesuai Rencana

Jumat, 06 Feb 2026, 19:35 WIB

BANTUL – Penurunan kapasitas fiskal akibat pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) berpotensi menekan ruang belanja pemerintah daerah, terutama untuk pembiayaan layanan publik dan proyek pembangunan prioritas.

Kondisi ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi regional sekaligus memperlebar kesenjangan fiskal antarwilayah.

Ket. Foto: Salah satu pekerjaan infrastruktur pembangunan jalan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. — Sumber: ANTARA/Hery Sidik

Tanpa strategi penyesuaian belanja yang efektif dan penguatan pendapatan asli daerah, kebijakan ini dapat mengurangi daya ungkit APBD terhadap pertumbuhan, sekaligus menambah tekanan sosial di tingkat lokal.

Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta memproyeksikan anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada APBD 2026 tidak sesuai rencana awal sebesar Rp150 miliar.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, DIY, Jumat (6/2), mengatakan tantangan yang dialami semua pemerintah daerah termasuk Bantul pada 2026 adalah penurunan kapasitas fiskal karena dampak pengurangan dana transfer ke daerah (TKD).

"Pembangunan yang kita proyeksikan sejak awal itu Rp150 miliar untuk jalan, jembatan, dan talut di Dinas Pekerjaan Umum terpaksa turun dulu, tapi lebih besar dibanding 2025," katanya.

Kendati demikian, kata Halim, optimisme pemerintah daerah untuk mendapatkan dana infrastruktur tetap ada peluang, karena daerah mendapatkan kesempatan dari pemerintah pusat untuk mengajukan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD).

"Jadi walaupun DAK (dana alokasi khusus) itu nol, oleh pemerintah pusat dinolkan semuanya yang infrastruktur, Bantul diberikan kesempatan untuk mengusulkan, tapi nanti wujudnya bukan DAK, tapi IJD," katanya.

Bupati Halim mengatakan sebagian dari pelaksanaan pembangunan infrastruktur melalui IJD di Bantul sudah dijalankan pada 2025, contohnya pembangunan ruas jalan di wilayah Kelurahan Bangunjiwa Kasihan.

"Memang baru satu itu contoh Inpres Jalan Daerah, berasal dari DAU (dana alokasi umum) bukan, DAK bukan, tugas pembantuan juga bukan, tapi langsung dari kementerian yang membangun di sana," katanya.

Dengan demikian, kata dia, walaupun alokasi infrastruktur dari APBD Bantul itu tidak sesuai harapan, akan tetapi Pemkab Bantul masih optimistis nanti akan ditutup dengan IJD-IJD tersebut.

"Mudah-mudahan itu nanti jumlahnya bisa mencapai sebesar Rp150 miliar, supaya terjadi percepatan pembangunan jalan di Bantul. Karena kita tahu, setiap hari rakyat menyuarakan jalan rusak dengan berbagai macam cara, seperti ditanami. Itu kita terima dan pasti kita tindaklanjuti," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.