30.000 Warga Cirebon Kekeringan
Jumat, 06 Feb 2026, 04:12 WIBCIREBON â Air adalah kebutuhan vital. Dia tak boleh tak ada dalam kehidupa. Maka, orang kalang kabut saat ketiadaan air, misalnya, terjadi kebocoran pipa. Itulah yang dialami 30.000 warga Cirebon. Perumda Air Minum (PDAM) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyebut sekitar 30 ribu pelanggan terdampak gangguan layanan air bersih akibat kebocoran pipa utama di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Direktur Utama PDAM Kota Cirebon Sofyan Satari di Cirebon, Kamis, mengatakan jumlah tersebut setara hampir 50 persen dari total pelanggan yang saat ini terdaftar dalam jaringan layanan. âKurang lebih ada 30 ribu pelanggan yang terdampak, atau sekitar 50 persen dari total pelanggan kami,â katanya.
Ia menjelaskan titik kebocoran pipa transmisi, sudah ditemukan dan kini dalam tahap penanganan oleh tim teknis setelah dilakukan pembongkaran badan jalan. Pihaknya mendata kebocoran pipa utama itu pertama kali diketahui pada Rabu (4/2) malam sekitar pukul 21.55 WIB, setelah petugas piket menerima laporan adanya semburan air dari bawah permukaan jalan.
Menurut dia, proses perbaikan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua hari, bergantung pada kondisi cuaca serta situasi teknis di lapangan. âKalau cuacanya mendukung seperti ini, mungkin perbaikannya satu sampai dua hari,â ujarnya.
Ia menuturkan gangguan tersebut menyebabkan suplai air ke sejumlah wilayah di Kota Cirebon mengalami penurunan tekanan hingga tidak mengalir, sehingga keluhan pelanggan mulai berdatangan. PDAM Kota Cirebon, kata dia, menyiapkan langkah darurat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke daerah yang paling terdampak.
Pihaknya menurunkan tiga unit mobil tangki dan memperoleh dukungan tambahan armada dari PDAM di wilayah sekitar, untuk memperkuat layanan sementara. âKeluhan sudah banyak masuk. Kami menyiapkan pelayanan lewat pengiriman air menggunakan mobil tangki,â katanya.
Ia menambahkan, kebocoran pipa utama itu juga menimbulkan kehilangan air dalam jumlah besar, yang ditaksir mencapai sekitar 75 ribu meter kubik per hari. Jaringan yang rusak, lanjut dia, merupakan pipa utama jenis ductile cast iron pipe (DCIP) berdiameter 600 milimeter yang terpasang sejak sekitar tahun 1978 dan masih dinilai layak secara teknis.
Sofyan menduga kebocoran tidak semata dipicu usia pipa, melainkan faktor beban kendaraan di atas jalan yang menanjak dan kondisi tanah yang labil. âDi sini jalannya nanjak dan labil, kemungkinan kena beban di atas dari kendaraan,â ucap dia.
Berita Terkait:
-
Menkop Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi pada April 2026
-
69 Titik Gerakan Pangan Murah di Kepri, Pemprov Pastikan Akses Pangan Terjangkau untuk Warga
-
Menteri Ekraf Optimistis Film Indonesia Bisa Mendunia
-
Berkah Lebaran, Pedagang Sate Maranggi di Purwakarta Naik Omzet
-
Anda Warga Tangerang? Pemkab Buka Pendaftaran Mudik Gratis "Online" Kuota Hanya 2.800 Orang
-
Air PAM Kotor dan Berbau, Warga Tambora Mengeluhkan Kesulitan Air Bersih
-
Sertifikasi SPPG Jangan hanya Sekadar Formalitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.