Jaga Keterjangkauan Harga, Bapanas Genjot SPHP dan Gerakan Pangan Murah

Rabu, 24 Jun 2026, 12:35 WIB

JAKARTA - Harga pangan yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Di tengah dinamika distribusi dan fluktuasi harga sejumlah komoditas, berbagai langkah pengendalian terus diperkuat agar kebutuhan pangan pokok tetap mudah dijangkau oleh masyarakat di seluruh daerah.

Upaya tersebut terus dilakukan melalui percepatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga penguatan rantai pasok pangan nasional dengan melibatkan peternak rakyat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ket. Foto: Penyaluran beras SPHP menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen — Sumber: Antara

Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis, mengatakan penyaluran beras SPHP menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

"Target penyaluran beras SPHP tahun 2026 sebesar 828 ribu ton. Hingga 20 Juni 2026, realisasinya telah mencapai 359 ribu ton dan disalurkan melalui pedagang pengecer di pasar tradisional, pasar modern, kios pangan atau outlet binaan pemerintah daerah serta melalui GPM," ujar Nita, Rabu (24/6).

Selain SPHP, pemerintah juga terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, GPM telah dilaksanakan sebanyak 5.462 kali di 38 provinsi dan 378 kabupaten/kota. Khusus pada Juni 2026, kegiatan tersebut telah digelar sebanyak 230 kali di 12 provinsi dan 53 kabupaten/kota.

Menurut Nita, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap komoditas pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap peternak rakyat melalui integrasi pasokan telur dan daging ayam ke dalam Program Makan Bergizi Gratis. Pada 19 Juni 2026 telah tercapai kesepakatan koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN), Bapanas, Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, koperasi dan asosiasi peternak di Jawa Tengah serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kesepakatan tersebut mencakup penggunaan menu telur dan daging ayam dalam program MBG sebanyak dua kali dalam seminggu. Selain itu, asosiasi dan koperasi peternak rakyat di Jawa Tengah akan memasok telur serta daging ayam langsung ke dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Transaksi pembelian juga dilakukan langsung kepada koperasi dan asosiasi peternak rakyat dengan harga telur ayam Rp. 26.000 per kilogram dan daging ayam Rp. 35.000 per kilogram atau setara Rp. 20.000 per kilogram berat hidup. Harga tersebut akan disesuaikan secara bertahap mengikuti perkembangan Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat peternak.

"Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten lainnya dapat melakukan langkah strategis serupa sehingga stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga baik di tingkat produsen maupun konsumen, dari hulu sampai hilir," kata Nita.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Pengendalian Inflasi Daerah dalam menjaga kelancaran pasokan dan mengantisipasi gejolak harga pangan.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah, terutama di wilayah yang mengalami kenaikan harga komoditas secara signifikan.

"Berkaitan dengan beras, BULOG bersama pemerintah daerah harus segera melaksanakan operasi pasar. Sedikit saja kenaikan harga beras sangat berpengaruh terhadap inflasi karena koefisien beras sangat besar," kata Tomsi dalam rapat koordinasi, Senin (22/6)

Menurutnya, percepatan pelaksanaan operasi pasar menjadi langkah penting untuk menahan laju kenaikan harga sehingga dampaknya terhadap Indeks Perkembangan Harga (IPH) dan inflasi dapat segera dikendalikan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan peternak rakyat, berbagai program stabilisasi yang dijalankan diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan, menahan gejolak harga, serta memastikan masyarakat tetap memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah

Unik! Bendera Merah Putih Bakal Dikibarkan di Akuarium Hiu Ancol Saat HUT RI ke-81

Uji Coba Lawan Persita Jadi Pelajaran Berharga, PSS Sleman Siap Berbenah!

Ambulans Terbang Segera Terwujud? BRIN Matangkan Ekosistem Pesawat N219

Bikin Kaget! Kenapa Bupati Aceh Barat Larang Lomba Panjat Pinang Saat HUT ke-81 RI?

Shayne Pattynama Kembali ke Persija Jakarta, Begini Reaksi Bahagianya

Tak Tinggal Diam, TNI AU Gerak Cepat! 13 Ton Bantuan Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!

Duka Gempa NTT Sampai ke Amerika, Kedubes AS Sampaikan Belasungkawa

Mau Naik Kereta Murah? KAI Daop 2 Siapkan 4.040 Kursi dalam Promo 17 Agustus

Bikin Geger! Polda Jatim Selidiki Motif Pria di Balik Pelemparan Bom Molotov

Mimpi yang Jadi Nyata! Perjuangan Paskibraka Nasional 2026 hingga Berdiri di Istana

Antusias Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Rela Berburu Undangan hingga Siapkan Baju

500 Pendaki Tim Ekspedisi 81 akan Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Arjuno

Meriahkan HUT RI, Kemenbud Gelar Cultural Fair Day, Sajikan Ragam Produk dan Karya Budaya

Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok

Pascagempa M6,4 di Simalungun, KAI Divre Sumut Pastikan Jalur Kereta Api Aman

Setu Babakan Adakan Pameran Temporer Tahunan, Hidupkan Mainan Tradisional Betawi

Polisi Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Ditangkap

73 Paskibraka Sulsel Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.