- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kurangi Ketergantungan pad...
Kurangi Ketergantungan pada Tiongkok, AS Siapkan Cadangan Mineral Penting
Rabu, 04 Feb 2026, 02:37 WIBWASHINGTON â Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencanameluncurkan cadangan mineral penting strategis yang mencerminkan langkah geopolitik dan industri untuk memperkuat ketahanan rantai pasok manufaktur. Ketergantungan tinggi pada Tiongkok untuk mineral kritis, yang vital bagi sektor semikonduktor, kendaraan listrik, dan energi bersih, dinilai sebagai risiko strategis.
Dengan membangun cadangan mineral nasional, AS berupaya mengamankan pasokan jangka panjang sekaligus meningkatkan daya tawar dalam persaingan global. Namun, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada kemampuan diversifikasi sumber pasokan, pengembangan kapasitas domestik, serta konsistensi kebijakan industri agar tidak sekadar menjadi penyangga jangka pendek terhadap ketegangan geopolitik.
Presiden AS Donald Trump, Senin (2/2), menyatakan fasilitas senilai 12 miliar dolar AS (setara 201 triliun rupiah) itu akan menjadi cadangan mineral penting pertama yang pernah ada. Dia menegaskan fasilitas itu akan digunakan untuk memastikan bahwa bisnis dan pekerja AS tidak pernah dirugikan oleh kekurangan bahan baku.
"Kita tidak ingin mengalami apa yang kita alami setahun lalu, meskipun pada akhirnya bisa diatasi," katanya di Washington DC.
Kontrol Ekspor
Hal itu disampaikan menyusul rencana Tiongkok memberlakukan kontrol ekspor pada mineral penting, sehingga sempat menimbulkan guncangan di pasar global.
"Sama seperti kita telah lama memiliki cadangan minyak strategis dan cadangan mineral penting untuk pertahanan nasional, kita sekarang menciptakan cadangan ini untuk industri Amerika sehingga kita tidak mengalami masalah," kata Trump.
Inisiatif itu akan didanai oleh pembiayaan bank ekspor-impor sebesar 10 miliar dollar AS (setara 167,6 triliun rupiah) dan tambahan 2 miliar dollar AS (setara 33,5 triliun rupiah) pembiayaan dari sektor swasta.
Trump mengatakan dia mengharapkan pinjaman yang digunakan untuk membentuk cadangan tersebut akan menghasilkan keuntungan dari bunga. Dia tidak menyebut nama Tiongkok secara langsung, tetapi Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, secara langsung menunjuk Beijing sebagai alasan utama pembentukan cadangan tersebut.
"Presiden-presiden sebelumnya membiarkan mineral-mineral penting kita hanya dikendalikan oleh Tiongkok," kata Lutnick. Ant/AFP/E-10
- Mineral Kritis
- donald trump
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: AFP, Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini
-
Trump Klaim Investasi Manufaktur AS Capai US$19,2 Triliun, AI Disebut Bakal Menguras Listrik Amerika
-
Trump Ancam Pungut Tarif 100 Persen Imbas Pajak Jasa Digital
-
Kronologi Pembunuhan Berencana WNA Asal Korsel di Buaran, Bekasi
-
Donald Trump Ikut Buka Suara! Hukuman Balogun Mendadak Dicabut FIFA Sebelum Babak 16 Besar
-
Korsel Desak Trump Pimpin Penyelesaian Damai dengan Korut
-
Indonesia-Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis, Perkuat Industri Pertahanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.