Satelit Mata-mata Russia Hancur Total setelah Ditabrak Puing-puing Luar Angkasa

Senin, 02 Feb 2026, 00:01 WIB

ZURICH - Satelit pengintai Russia Luch, juga dikenal sebagai Olymp (NORAD 40258), baru-baru ini dilaporkan hancur total di orbit yang disebut "orbit kuburan".

Pecahnya bagian pesawat ruang angkasa tersebut dilaporkan oleh perusahaan Swiss, S2A Systems .

Ket. Foto: IlustrasI. Saat ini belum diketahui apakah insiden ini merupakan akibat dari penghancuran pesawat ruang angkasa secara sengaja atau terjadi secara tidak sengaja. — Sumber: Istimewa

Dari Militarnyi, menurut para analis, satelit tersebut pecah menjadi sejumlah besar fragmen akibat tabrakan dengan puing-puing luar angkasa pada Jumat (30/1).

Perlu dicatat bahwa orbit kuburan adalah area yang digunakan untuk menonaktifkan satelit setelah menyelesaikan tugasnya.

Namun, saat ini belum diketahui apakah insiden ini merupakan akibat dari penghancuran pesawat ruang angkasa secara sengaja atau terjadi secara tidak sengaja. Pada saat yang sama, pihak Russia belum memberikan komentar terkait insiden ini.

Wahana antariksa tersebut diluncurkan ke orbit pada bulan September 2014. Secara formal, wahana ini diklasifikasikan sebagai satelit seri Luch, tetapi bukan termasuk dalam lini komersial Luch-5, yang dirancang untuk transmisi ulang dan komunikasi.

Perilaku wahana antariksa tersebut menimbulkan kecurigaan sejak awal: satelit tersebut secara teratur mengubah posisinya di sepanjang sabuk geostasioner dan tetap berada di dekat satelit komunikasi asing untuk waktu yang lama.

Para ahli mengaitkan manuver semacam itu dengan pelaksanaan tugas pengintaian radio-teknis dan penyadapan sinyal.

Pada tahun 2015, wahana itu berhenti di antara dua satelit Intelsat, yang memicu protes resmi dari AS.

Dan pada tahun 2018, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly secara terbuka menuduh Russia melakukan "spionase luar angkasa" ketika Luch mendekati satelit militer Prancis-Italia Athena-Fidus untuk mencegat sinyal rahasia.

Telah berulang kali dilaporkan bahwa satelit tersebut milik Dinas Keamanan Federal Rusia dan beroperasi secara eksklusif untuk kepentingan dinas intelijen negara agresor.

Sebelumnya, Militarnyi melaporkan bahwa Russia sedang mengembangkan senjata anti-satelit yang menargetkan satelit Starlink milik miliarder Amerika Elon Musk.

Senjata yang disebut "efek area" ini akan diarahkan untuk mengisi orbit Starlink dengan ratusan ribu elemen bulat berdensitas tinggi, "yang dapat melumpuhkan beberapa satelit sekaligus, tetapi juga menciptakan risiko kerusakan tambahan yang dahsyat pada sistem orbit lainnya."

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.