Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Ditutup Merah, Sentimen Regional Tekan Pasar

📅 Senin, 02 Feb 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Ditutup Merah, Sentimen Regional Tekan Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring tekanan yang melanda bursa saham kawasan Asia, dipicu sentimen eksternal yang memburuk dan sikap pelaku pasar yang cenderung menghindari risiko.

Pelemahan regional tersebut mendorong arus keluar modal dari pasar saham domestik, sementara investor memilih bersikap wait and see terhadap perkembangan global.

Kondisi ini membuat ruang penguatan IHSG terbatas meski ditopang oleh faktor fundamental domestik yang relatif stabil.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2) sore, ditutup melemah 406,88 poin atau 4,88 persen ke posisi 7.922,73 seiring dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 27,29 poin atau 3,27 persen ke posisi 806,24.

"Sentimen negatif di antaranya berasal dari koreksi harga komoditas di tingkat global, yang selama ini menjadi penopang penguatan IHSG," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Ratna menjelaskan pelaku pasar juga masih menunggu perkembangan dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI yang melakukan pertemuan dengan MSCI, dalam rangka mengembalikan kepercayaan investor global dan membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia.

Di sisi lain, data makro ekonomi domestik, di antaranya Indeks PMI Manufacturing Indonesia mencatatkan kenaikan ke level 52,6 di Januari 2026 dari sebelumnya 51,2, yang mengindikasikan aktivitas pabrik mengalami kenaikan selama enam bulan berturut-turut.

Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 2,52 miliar dolar AS pada Desember 2025, dari sebelumnya 2,24 miliar dolar AS pada periode sama tahun 2024, didorong oleh pertumbuhan ekspor sebesar 11,64 persen (yoy).

Sedangkan, data inflasi berakselerasi menjadi 3,55 persen (yoy) pada Januari 2026, meskipun terjadi deflasi 0,15 persen (yoy) pada Januari 2026.

Mayoritas indeks Bursa kawasan Asia ditutup melemah, pelaku pasar mencermati data aktivitas pabrik China yang meningkat karena produsen mempercepat produksi dan memuat kargo menjelang libur Tahun Baru Imlek.

Pelemahan, di antaranya disebabkan oleh respons negatif dari pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Chairman The Fed selanjutnya, kekhawatiran akan adanya bubble pada sektor AI, serta terjadinya aksi jual masif pada emas dan perak.

Sementara itu, tekanan jual pada emas dan perak berlanjut pada perdagangan Senin (2/2), setelah terjadi penurunan tajam pada Jumat (30/1), yang disebabkan oleh penguatan Dolar AS dan aksi "profit taking".

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.