Banjir Kabupaten Bekasi Mulai Surut, BNPB Catat Wilayah Terdampak Turun Hampir 30 Persen

Senin, 02 Feb 2026, 19:46 WIB

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai menunjukkan tren penurunan, seiring surutnya genangan di sejumlah wilayah permukiman.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam laporan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan saat ini banjir masih melanda 45 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Bekasi, namun luas wilayah terdampak itu sudah menunjukkan tren penurunan.

Ket. Foto: Ilustrasi: Sejumlah warga menggunakan perahu untuk melintasi pemukiman yang terendam banjir di Perumahan Jatibening Permai, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026). BPBD Kota Bekasi mencatat banjir yang dipicu curah hujan tinggi tersebut menyebabkan tujuh kecamatan terendam dengan ketinggian 10-150 cm. — Sumber: ANTARA/Darryl Ramadhan

BNPB mengkonfirmasi sebelumnya pada Jumat (30/1) jumlah desa terdampak mencapai 64 desa dan 18 kecamatan. Dengan demikian terjadi penurunan, yang jika dipersentasekan desa terdampak menurun 29,7 persen dan kecamatan yang terdampak menurun 22 persen.

"Penurunan jumlah titik pengungsian sebesar 14,3 persen, seiring dengan surutnya genangan air di beberapa wilayah permukiman," kata Abdul Muhari.

Meski kondisi berangsur membaik, dia mengungkapkan banjir tersebut masih berdampak terhadap 51.796 Kepala Keluarga (KK), sementara jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 1.388 KK.

Para pengungsi dipastikan berada dalam pendampingan tim petugas gabungan, baik yang menempati pengungsian terpusat maupun mengungsi secara mandiri.

"Dua korban jiwa meninggal dunia dalam peristiwa banjir, masing-masing disebabkan oleh epilepsi setelah berenang dan tergelincir di sungai saat banjir berlangsung," ucapnya.

Abdul menjabarkan hujan berintensitas sangat deras berdurasi lama tidak hanya memicu banjir, tetapi juga tanah longsor di Kabupaten Bekasi.

Adapun berdasarkan data yang diterima BNPB, longsor melanda delapan titik yang tersebar di Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Serang Baru, dan Bojongmangu.

Dia memastikan tim petugas reaksi cepat BPBD Kabupaten Bekasi bersama instansi teknis terkait lainnya sudah dikerahkan ke lokasi bencana dan sampai saat ini mereka masih bersiaga demi memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Dalam upaya mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi potensi bencana susulan, BNPB juga melakukan pendampingan melekat yang meliputi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.