Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini
Senin, 25 Mei 2026, 06:40 WIBJAKARTA -Â Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, Minggu (24/5) malam.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat tapak guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi basah, berkaca dari musibah banjir yang baru saja merendam puluhan rumah warga serta dua fasilitas pendidikan di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di sisi lain, fluktuasi dinamika atmosfer saat ini menuntut kesiapan ganda karena beberapa wilayah nusantara justru mulai memasuki musim kemarau.
"Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemda dan masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut," ujar Abdul. Â
Dia menjelaskan, dampak nyata dari faktor cuaca ekstrem dengan durasi panjang tersebut salah satunya memicu banjir yang merendam 35 rumah warga serta dua fasilitas pendidikan, yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (22/5) malam.
Meskipun kondisi genangan di Blora dilaporkan telah berangsur surut pada Sabtu (23/5) setelah diasesmen oleh BPBD setempat, BNPB mengingatkan bahwa dinamika atmosfer saat ini sangat fluktuatif karena beberapa wilayah lain justru mulai memasuki musim kemarau.Â
Oleh karena itu, lanjutnya, kesiapsiagaan yang diminta oleh BNPB tidak hanya berfokus pada ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem saja, melainkan juga pada potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Â
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, BPBD, BMKG, maupun PVMBG. Langkah antisipasi dini dan respons cepat dari seluruh unsur dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko serta dampak kerusakan akibat bencana.
- bnpb
- cuaca ekstrem
- bencana hidrometeorologi
- peringatan dini bmkg
- abdul muhari
- banjir cepu
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Puluhan Rumah di Ciamis Rusak Terdampak Cuaca Ekstrem
-
Kemenag Lebak: Persiapan Calon Haji Hampir Rampung, Dokumen Jadi Tahap Akhir
-
Cuaca Ekstrem di Cianjur Akibatkan 16 Rumah Rusak
-
Jakarta dan Bandung Siaga? Cek Daftar Kota yang Bakal Diterjang Hujan Hari Ini
-
Jembatan Sitanggal Brebes Retak: Menteri PU Instruksikan Percepat Mitigasi Risiko, Jangan Tunggu Rusak
-
Bantai Rival Papan Atas 5-0, Leipzig Kirim Pesan Teror ke Puncak Klasemen Bundesliga
-
Ribuan Warga Ikut Pawai Obor di Pakansari, Dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.