Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi Kulkul di Bangli, Apa Itu dan Kenapa Dihidupkan Lagi?

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Tradisi Kulkul di Bangli, Apa Itu dan Kenapa Dihidupkan Lagi? Doc: ANTARA/HO-Pemkab Bangli
Ket. Warga melakukan aksi bersih-bersih di area pura di Bangli, Bali, Minggu (1/2).

BANGLI, BALI - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bangli, Provinsi Bali menghidupkan tradisi komunikasi menggunakan kulkul (kentongan dari kayu) sebagai tanda mengajak warga untuk bersih-bersih lingkungan.

"Gerakan ini adalah wujud nyata dari komitmen kita untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan nilai-nilai tradisional," kata Ketua TP-PKK Kabupaten Bangli Sariasih Sedana Arta di Bangli, Minggu (1/2).

Kulkul dibunyikan setiap Minggu pada pekan pertama setiap bulan, mulai pukul 06.00 hingga 08.00 Wita.

Ketika kulkul sudah berbunyi, ia mengharapkan warga Bangli secara serentak bergotong royong melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan meliputi area pekarangan rumah serta fasilitas umum, seperti balai pertemuan warga (banjar), tempat suci, dan area publik lainnya.

Pada Minggu, awal Februari 2026 ini, sebagai hari pertama pelaksanaan aksi bersih-bersih serentak dengan didahului aba-aba suara kulkul.

Warga melakukan bersih-bersih, baik lingkungan rumah pribadi maupun area publik, seperti kawasan tempat suci di desa, dengan dikomando Sariasih Sedana Arta yang juga istri Bupati Bangli itu.

Beberapa di antara mereka membawa sapu lidi dengan menggunakan pakaian adat tingkat sederhana yaitu kain dan selendang.

Sariasih menjelaskan tujuan utama gerakan itu meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya kebersihan lingkungan serta menghidupkan kembali kulkul sebagai sarana komunikasi tradisional yang mencerminkan solidaritas sosial dan kebersamaan masyarakat Bali.

Gerakan itu juga tindak lanjut program dilakukan TP-PKK Provinsi Bali pada 24 Desember 2025.

"Aksi bersih-bersih ini sangat bermanfaat bagi kami, tidak hanya dari segi kebersihan lingkungan, tetapi juga dalam mempererat hubungan sosial antar warga," kata salah satu warga.

Dalam kesempatan itu, TP-PKK Provinsi Bali meninjau gerakan kulkul dan posyandu di Desa Sekardadi, Demulih, Bangbang, dan Kayubihi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.