Tradisi Ruwah Kubur di Bangka Tengah Sebagai Refleksi Diri Menjelang Ramadhan
Sabtu, 31 Jan 2026, 22:58 WIBKoba, Babel - Wakil Bupati Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Efrianda menilai tradisi ruwah kubur yang dilaksanakan masyarakat Desa Keretak dan Desa Keretak Atas di Kecamatan Sungaiselan menjadi sarana memperkuat silaturahim sekaligus refleksi diri menjelang bulan suci Ramadhan.
"Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan mari kita jadikan momen ruwah kubur untuk refleksi diri, membersihkan diri, mempererat persaudaraan, dan saling memaafkan,â kata Efrianda saat menghadiri tradisi ruwah kubur yang digelar bertepatan dengan 12 Syakban di Desa Kretak, Sabtu.
Menurut dia, ruwah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun tetapi wujud penghormatan kepada para leluhur serta pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut juga memiliki nilai sosial yang kuat karena mempertemukan masyarakat lintas generasi dan daerah dalam satu momentum kebersamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil bersama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Keretak Atas untuk mendoakan keluarga dan leluhur yang telah meninggal dunia.
Kepala Desa Keretak Ahmad Nur Ihsan bersama Kepala Desa Keretak Atas Agustian mengatakan persiapan kegiatan dilakukan sejak satu bulan sebelumnya.
Sejak 2010, kegiatan yasinan yang sebelumnya dilaksanakan secara terpisah kini digelar secara bersama guna memperkuat silaturahim warga.
Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan tabligh akbar di Masjid Al-Ihsan Desa Keretak yang menghadirkan penceramah Ahmad Bukhari Muslim.
"Ruwah kubur merupakan agenda tahunan dan bagian dari agenda Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tahun ini masyarakat menyiapkan sekitar 5.000 dulang untuk menjamu tamu,â kata Ahmad Nur Ihsan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Ones
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.