Sekjen PBB Peringatkan Keruntuhan Keuangan yang akan Segera Terjadi

Sabtu, 31 Jan 2026, 11:23 WIB

JENEWA - Kepala PBB telah mengatakan kepada negara-negara bahwa organisasi tersebut berisiko mengalami keruntuhan keuangan yang akan segera terjadi dengan alasan biaya yang belum dibayar dan aturan anggaran yang memaksa badan global tersebut untuk mengembalikan uang yang tidak terpakai, menurut sebuah surat pada Jumat (30/1).

"Krisis semakin memburuk, mengancam pelaksanaan program dan berisiko menyebabkan keruntuhan keuangan. Dan situasinya akan semakin memburuk dalam waktu dekat," tulis Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam surat kepada para duta besar tertanggal 28 Januari.

Ket. Foto: Sekjen PBB, Antonio Guterres — Sumber: AFP/Toby Shepheard

PBB menghadapi krisis keuangan karena penyumbang terbesar badan dunia tersebut yaitu Amerika Serikat, telah memangkas pendanaan sukarela untuk badan-badan PBB dan menolak untuk melakukan pembayaran wajib ke anggaran reguler dan anggaran penjaga perdamaian PBB.

Dalam surat tersebut, Guterres mengatakan keputusan untuk tidak menghormati kontribusi yang dinilai yang membiayai sebagian besar anggaran reguler yang disetujui kini telah diumumkan secara resmi.

Belum jelas negara bagian mana yang ia maksud dan juru bicara PBB belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

“Entah semua negara anggota menghormati kewajiban mereka untuk membayar penuh dan tepat waktu atau negara anggota harus secara mendasar merombak aturan keuangan kita untuk mencegah keruntuhan keuangan yang akan segera terjadi,” kata Guterres seraya memperingatkan bahwa uang tunai bisa habis pada Juli mendatang. ils/CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.