Sentimen Domestik terhadap Rupiah Relatif Positif Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Selasa, 18 Agu 2026, 10:47 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (18/8) per pukul 09.59 WIB, bergerak melemah 43 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.841 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.798 per dolar AS.
Menurut Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa, sentimen domestik terhadap rupiah relatif positif kendati pasar masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Agustus 2026.
âPerhatian utama tertuju pada arah kebijakan BI-Rate yang diperkirakan tetap di level 5,75 persen,â katanya di Jakarta, Selasa.
Di sisi lain, BI juga mendorong peningkatan penyaluran kredit melalui pelonggaran likuiditas perbankan untuk mendukung konsumsi dan pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
Melihat dari sisi global, rupiah mendapat sentimen positif dari pelemahan dolar AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September menurun pascasejumlah data ekonomi AS menunjukkan perlambatan, termasuk penurunan penjualan ritel Juli 2026.
Mengutip Anadolu, penjualan ritel dan layanan makanan AS turun 0,6 persen secara bulanan (month-on-month) pada bulan Juli, berbalik dari kenaikan 0,2 persen pada bulan Juni dan mencatatkan penurunan pertama sejak Oktober 2025.
Sementara itu, jumlah lapangan kerja sektor non-pertanian (Nonfarm payrolls) berkurang sebanyak 23 ribu pada bulan Juli, sedangkan tingkat pengangguran berada di angka 4,1 persen
Kondisi tersebut, menurut Amru, mengurangi tekanan terhadap dolar AS dan turut memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Namun, risiko geopolitik dan kenaikan harga minyak masih menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan rupiah.
âKe depan, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.750-Rp17.900 per dolar AS dalam jangka pendek dengan kecenderungan menguat secara terbatas. Arah pergerakan rupiah akan turut dipengaruhi oleh perkembangan dolar AS dan hasil RDG BI, khususnya terkait sinyal kebijakan yang diberikan untuk menjaga stabilitas nilai tukar,â ujar dia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pelajar Korban Bencana di Aceh Tamiang Lolos Jadi Paskibraka Nasional
-
Subsidi Kedelai Bantu Perajin Tempe, Namun Solusi Jangka Panjang Tetap Dibutuhkan
-
Makin Anjlok, Rupiah Pagi Ini Rp18.107, Dipengaruhi Eskalasi Baru di Timur Tengah
-
Raline Shah Sebut Punya Tugas Perkuat Jejaring Global dan Promosikan Potensi Indonesia
-
Rupiah Kembali Melemah, Dipicu Anjloknya Harga Minyak Mentah Brent
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.