• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Data Terbaru: Jumlah Pria ...

Data Terbaru: Jumlah Pria di Seluruh Dunia Jalani Operasi Plastik Meningkat Dua Kali Lipat dalam 10 Tahun

Jumat, 30 Jan 2026, 13:42 WIB

PARIS - Jumlah operasi plastik yang dilakukan pada pria hampir berlipat ganda dalam waktu kurang dari satu dekade, menurut data baru yang dirilis, Kamis (29/1).

Pria muda dan mereka yang berada di Timur Tengah dan Amerika Latin sangat tertarik menjalani prosedur ini, menurut data yang dirilis pada pertemuan tahunan industri kedokteran kosmetik di Paris.

Ket. Foto: Jumlah prosedur bedah yang dilakukan pada pria di seluruh dunia meningkat sebesar 95 persen antara tahun 2018 dan 2024 — Sumber: Bilyonaryo

Jumlah prosedur bedah yang dilakukan pada pria di seluruh dunia meningkat sebesar 95 persen antara tahun 2018 dan 2024, kata International Society of Aesthetic Plastic Surgery.

Sementara itu, perawatan kosmetik non-bedah seperti suntikan, terapi laser, dan pengelupasan kulit meningkat lebih tinggi lagi, yaitu 116 persen.

Untuk wanita, operasi kosmetik meningkat sebesar 59 persen sementara perawatan meningkat 55 persen selama periode ini.

"Tren ini, yang sangat menonjol di Timur Tengah dan Amerika Latin, mencerminkan transformasi mendalam norma sosial dan meningkatnya penerimaan prosedur kosmetik oleh pria," kata analisis pasar yang dipresentasikan pada konferensi IMCAS.

"Generasi Z dan Milenial mengakses pengobatan kosmetik jauh lebih dini daripada generasi sebelumnya," demikian pernyataan tersebut.

Namun, menurut analisis tersebut, pria masih mewakili 16 persen dari semua prosedur kosmetik.

"Kita benar-benar telah memasuki pendekatan yang didorong oleh konsumen terhadap estetika, sedangkan 10 atau 15 tahun yang lalu hal itu masih dianggap sangat elitis," kata Laurent Brones, seorang ahli ekonomi IMCAS, kepada AFP.

Amerika Serikat memiliki permintaan terbesar untuk operasi plastik, sekitar 45 persen dari pasar global pada tahun 2025.

Amerika Serikat juga memiliki prosedur non-bedah terbanyak, mewakili 56 persen dari permintaan global untuk botox, yang menghaluskan kerutan sementara.

Pertumbuhan di AS diperkirakan akan melambat secara bertahap menjadi sekitar lima persen per tahun pada tahun 2030.

Namun, prosedur kosmetik di kawasan Asia-Pasifik diproyeksikan tumbuh sekitar tujuh persen selama periode ini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.