Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNI AD Bangun 33 MCK di Aceh Utara Atasi WC Terbang Korban Banjir

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 07:48 WIB | Oleh:
TNI AD Bangun 33 MCK di Aceh Utara Atasi WC Terbang Korban Banjir Doc: antara foto
Ket. Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Danyonzipur 5/ABW) Kodam V/Brawijaya yang juga Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 di sektor Aceh Utara, Letkol Czi Wahyu Wuhono.

ACEH - Prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina membangun 33 MCK (mandi, cuci, kakus) umum di wilayah Aceh Utara guna mengatasi praktik "WC terbang" serta meningkatkan sanitasi penyintas banjir pascabencana besar di wilayah itu.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Danyonzipur 5/ABW) Kodam V/Brawijaya yang juga Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 di sektor Aceh Utara, Letkol Czi Wahyu Wuhono mengatakan pembangunan MCK berawal dari temuan prajurit TNI di lapangan terkait buruknya sanitasi, termasuk praktik pembuangan kotoran menggunakan plastik akibat ketiadaan fasilitas layak.

"Di mana ketika kami bekerja untuk membersihkan jalan, buka jalan, atau termasuk bikin gorong-gorong, kami sering sekali menemukan 'WC terbang' itu," kata Letkol Wahyu kepada ANTARA di Aceh Utara, Selasa (27/1).

Letkol Wahyu menjelaskan, maraknya "WC terbang" terungkap setelah pihaknya mendatangi warga dan mendapati hampir sebulan pascabencana para penyintas banjir belum memiliki fasilitas MCK di lokasi pengungsian.

"Akhirnya kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kami dapat dukungan donasi dari masyarakat Jawa Timur, kami membangun MCK," ujarnya.

Puluhan MCK tersebut tersebar di Kecamatan Sawang dan Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Di Sawang, Yonzipur 5 membangun 12 unit MCK, dengan delapan unit telah selesai dan digunakan warga, serta empat unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Sementara itu, sisa dari total 33 unit MCK dibangun di wilayah Langkahan, menyesuaikan kebutuhan warga di lokasi terdampak banjir paling parah.

Penentuan titik pembangunan MCK dilakukan melalui koordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat agar fasilitas benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Pembangunan MCK tersebut didukung donasi masyarakat Jawa Timur serta Kodam V/Brawijaya, sementara Yonzipur 5 menyediakan tenaga, perencanaan, dan pelaksanaan di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.