Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla di Kalimantan Barat

Rabu, 28 Jan 2026, 17:53 WIB

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan telah mengerahkan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho di Jakarta, Rabu, menjelaskan Manggala Agni bergerak cepat memadamkan api di empat kabupaten di Kalbar seiring meningkatnya jumlah titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau.

Ket. Foto: Petugas Manggala Agni Kalimantan Kemenhut memadamkan kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Sambas, Kalbar. — Sumber: Antara Foto

Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif dari seluruh pihak terkait.

"Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla, saat ini telah dimulai operasi patroli pencegahan di wilayah Kalimantan Barat. Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di tengah masyarakat," katanya.

Dia menuturkan, berdasarkan data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kehutanan per Selasa (27/1), hotspot atau titik panas dipantau dari Satelit TERRA/AQUA (MODIS NASA) dengan confidence level High pada Januari 2026 di wilayah itu mencapai 25 titik panas.

Berdasarkan pemantauan Kemenhut, kebakaran hutan di Kalimantan Barat mulai terjadi sejak 17 Januari 2026, melalui upaya pemadaman intensif yang dilakukan Manggala Agni Kalimantan Barat bersama para pihak, sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan dan dinyatakan aman pada Minggu (25/1), antara lain Desa Kuala Dua dan Desa Rasau Jaya Tiga di Kabupaten Kubu Raya.

Selain itu, di wilayah Kelurahan Bansir Darat Kota Pontianak serta Desa Pasir di Kabupaten Mempawah, Desa Kuala Satong di Kabupaten Ketapang, Desa Kemboja di Kabupaten Kayong Utara, Desa Sepenggan dan Desa Selakau Tua di Kabupaten Sambas.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Kemenhut Yudho Shekti Mustiko menjelaskan, berdasarkan pemantauan harian hotspot terpantau adanya peningkatan jumlah dan sebaran titik panas di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Sambas.

"Selain itu, hasil pengamatan Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran. Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus bergerak cepat dan bersinergi dengan para pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla serta mencegah terjadinya kebakaran lanjutan," tutur Yudho.

Hingga saat ini, Tim Daops Kalimantan Manggala Agni VIII/Pontianak bersama para pihak masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik karhut baru di sejumlah titik.

Kalbar siapkan status siaga darurat Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Polda Kalbar meningkatkan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menyiapkan penetapan status siaga darurat sebagai antisipasi menghadapi potensi kabut asap di wilayah yang didominasi lahan gambut itu.

“Kalau bicara asap, kami sudah melakukan langkah-langkah pencegahan. Pemantauan dilakukan langsung di lapangan, termasuk menggunakan drone. Sejauh ini belum ditemukan unsur kesengajaan pembakaran,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto di Pontianak, Rabu.

Dia mengatakan upaya pencegahan terus dilakukan melalui patroli darat, pemantauan udara, hingga penggunaan drone untuk mendeteksi titik panas sejak dini.

Pipit menjelaskan Kalbar memiliki sekitar 2,8 juta hektare lahan gambut dengan kedalaman bervariasi, mulai dari dangkal hingga sangat dalam. Gambut dengan kedalaman ekstrem berpotensi mudah terbakar saat tidak turun hujan dalam beberapa hari.

“Untuk gambut yang dalam, jika satu minggu tidak hujan, panasnya bisa memicu kebakaran sendiri. Ini yang menjadi tantangan karena api bisa muncul dari bawah permukaan,” ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.