Tuding Korsel Ingkar Janji, Trump Naikkan Tarif Impor Jadi 25%

Selasa, 27 Jan 2026, 10:04 WIB

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan, Senin (26/1), ia akan menaikkan tarif barang-barang Korea Selatan termasuk mobil, kayu, dan farmasi. Ia menuduh negara itu tidak memenuhi perjanjian perdagangan sebelumnya yang disepakati dengan Washington.

Kenaikan tersebut akan meningkatkan level tarif dari 15 persen menjadi 25 persen.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Ruang Oval Gedung Putih, Agustus 2025. — Sumber: AP

"Legislatif Korea Selatan tidak memenuhi kesepakatannya dengan Amerika Serikat," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Ia mengatakan menaikkan tarif "karena Legislatif Korea belum mengesahkan Perjanjian Perdagangan Bersejarah kita, yang merupakan hak prerogatif mereka."

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan mereka tidak diberitahu sebelumnya tentang rencana kenaikan tarif tersebut.

Dikatakan bahwa Menteri Perdagangan Kim Jung-kwan, yang saat ini berada di Kanada, akan menuju Washington untuk melakukan pembicaraan mengenai masalah ini dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Perubahan sikap Trump yang tiba-tiba ini terjadi beberapa bulan setelah Washington dan Seoul mencapai kesepakatan perdagangan dan keamanan, mengakhiri periode negosiasi yang tegang.

Kesepakatan itu diselesaikan setelah Trump bertemu dengan mitranya dari Korea Selatan, Lee Jae Myung, pada bulan Oktober, dan mencakup janji investasi dari Korea Selatan bersamaan dengan pemotongan tarif oleh Amerika Serikat.

Sejak saat itu, kesepakatan tersebut tetap berada dalam keadaan yang tidak pasti secara hukum di Korea Selatan.

Kantor kepresidenan Seoul pada bulan November menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak memerlukan persetujuan parlemen, dengan alasan itu merupakan nota kesepahaman dan bukan dokumen hukum yang mengikat.

Ketika ditanya apakah kesepakatan tarif tersebut telah diajukan ke parlemen untuk disetujui, seorang pejabat senior mengatakan kepada AFP pada hari Selasa, mereka sedang menelitinya tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Berdasarkan pakta tersebut, Washington akan mempertahankan bea masuk hingga 15 persen untuk barang-barang Korea Selatan termasuk kendaraan, suku cadang mobil, dan obat-obatan.

Yang terpenting, ketentuan kesepakatan tersebut menurunkan tarif AS untuk mobil Korea Selatan dari level 25 persen.

Ancaman terbaru Trump, jika diberlakukan, akan membalikkan hal tersebut.

Dampak Negatif Ekspor 

Industri otomotif menyumbang 27 persen dari ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat, yang menerima hampir setengah dari ekspor mobil negara tersebut.

Kembalinya tarif ke tingkat yang lebih tinggi juga dapat menempatkan ekspor Korea Selatan pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan negara-negara seperti Jepang dan Uni Eropa, yang keduanya telah mencapai kesepakatan untuk tarif AS sebesar 15 persen.

Pemerintahan Trump belum mengeluarkan pemberitahuan resmi untuk memberlakukan perubahan tersebut.

Ancaman presiden AS yang menargetkan Korea Selatan adalah ancaman terbarunya terhadap mitra dagang utama dalam beberapa hari terakhir.

Pada akhir pekan, Trump memperingatkan Kanada bahwa jika negara itu mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok, ia akan mengenakan tarif 100 persen pada semua barang yang masuk melalui perbatasan.

Awal Januari lalu, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif pada beberapa negara Eropa hingga pembelian Greenland tercapai. Ia kemudian menarik kembali ancaman tersebut.

  • Kebijakan Tarif Trump

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.