PJJ Sekolah, Komisi X DPR Minta Dinas Pendidikan Pastikan Kesiapan Sarana dan Jaringan Internet

Senin, 26 Jan 2026, 18:45 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani mengingatkan dinas-dinas pendidikan di daerah terdampak cuaca ekstrem memastikan kesiapan sarana dan jaringan internet dalam penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Dinas pendidikan dan sekolah harus aktif memastikan kesiapan sarana pembelajaran, serta melakukan pendampingan agar PJJ dapat berjalan dengan efektif dan merata,” kata Lalu di Jakarta, Senin (26/1).

Menurut dia, PJJ tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan sarana pembelajaran yang baik, seperti laptop, komputer, dan telepon genggam, serta dukungan jaringan telekomunikasi yang memadai.

"Perangkat belajar dan jaringan internet harus benar-benar disiapkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal,” kata dia.

Berikutnya, Lalu mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring bagi sekolah-sekolah di wilayah yang terdampak banjir.

Dia memandang kebijakan tersebut merupakan langkah tepat untuk memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi, meskipun kondisi cuaca ekstrem dan banjir menghambat aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran harus tetap berjalan dalam situasi apa pun.

“Walaupun hujan lebat dan banjir melanda, pembelajaran tidak boleh berhenti. Pemerintah daerah yang menerapkan PJJ bagi sekolah terdampak banjir patut diapresiasi karena tetap mengutamakan keberlangsungan pendidikan,” ujar Lalu.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyatakan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi sejumlah sekolah yang terdampak bencana longsor di wilayah Cisarua, menyusul pemanfaatan ruang sekolah sebagai dapur umum dan posko kebencanaan.

Kepala Disdik Bandung Barat Asep Dendih mengatakan proses belajar mengajar untuk sementara waktu dialihkan ke sistem jarak jauh guna memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan, meskipun fasilitas sekolah digunakan untuk penanganan bencana.

“Untuk proses belajar mengajar kami gunakan daring, jarak jauh, terlebih dahulu karena ruang sekolah saat ini dipakai dapur umum untuk mendukung penanggulangan bencana,” katanya. Ant

Ket. Foto: Sejumlah siswa mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) berbasis daring di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, Senin (8/12). Sebanyak 74 siswa di sekolah rakyat itu mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) berbasis daring dengan jumlah 11 mata pelajaran serta mendapatkan fasilitas laptop dari Kementerian Sosial. — Sumber: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.