• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Penjualan Baby Lotion di E...

Penjualan Baby Lotion di E-Commerce Tembus Rp626 Miliar, Naik 55% Sepanjang 2025

Sabtu, 24 Jan 2026, 00:53 WIB

JAKARTA — Kategori perawatan kulit bayi di e-commerce menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan data Compas.co.id, nilai penjualan baby lotion di e-commerce Indonesia mencapai Rp626 miliar, naik 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume penjualan juga meningkat 42%, dengan total lebih dari 9,8 juta unit terjual dalam periode Januari 2024–November 2025.

Lonjakan ini menandakan bahwa baby lotion kini bukan lagi sekadar produk pelengkap, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas harian orang tua dalam merawat kesehatan kulit bayi.

Ket. Foto: Informasi jumlah penjualan baby lotion. Penjualan baby lotion di e-commerce Indonesia melonjak 55% pada 2025 dengan total Rp626 miliar. Tren ini mencerminkan meningkatnya kesadaran orang tua akan perawatan kulit bayi. — Sumber: Compas.co.id

“Fenomena ini memberikan sinyal yang sangat kuat bahwa konsumen, khususnya orang tua baru, semakin sadar akan pentingnya kesehatan kulit bayi sejak dini. Brand perlu menyadari bahwa pendekatan edukatif dan empatik dalam memasarkan produk bayi kini menjadi kebutuhan, bukan lagi keunggulan tambahan,” ujar Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, dalam siaran pers, Jumat (24/1).

Selain menunjukkan peningkatan volume penjualan, data Compas.co.id juga mengungkap bahwa brand yang mampu menjawab kebutuhan emosional konsumen melalui rekomendasi klinis serta penggunaan key opinion leader yang relevan dengan target pasar cenderung mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Melalui demonstrasi langsung dalam sesi live streaming, konsumen dapat melihat variasi kemasan serta format penggunaan produk secara lebih nyata.

Kombinasi faktor tersebut, ditambah dengan relevansi produk terhadap rutinitas keluarga muda, menjadikan brand-brand tertentu sebagai pemain dengan pertumbuhan tercepat dalam kategori ini.

Potensi repeat purchase pun semakin terbuka lebar. Indikasi ini terlihat dari banyaknya konsumen yang melakukan pembelian lebih dari satu kali dalam periode analisis, terutama untuk produk dengan format praktis seperti pump, tube, dan sachet, serta formulasi yang mendukung penggunaan harian.

Menariknya, bukan hanya pemain besar yang menunjukkan performa kuat. Sejumlah brand dengan pendekatan niche atau positioning fungsional spesifik — seperti penggunaan bahan alami atau fokus pada kulit bayi sensitif — juga mencatat lonjakan pertumbuhan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa personalisasi dan brand authenticity menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian di kalangan orang tua digital-native.

“Tren ini tidak hanya relevan bagi brand di kategori baby care, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi seluruh industri consumer goods. Konsumen kini menilai brand dari seberapa relevan mereka dalam kehidupan sehari-hari — bukan hanya dari harga, tetapi juga dari nilai, kemudahan, dan empati,” tambah Narendrata.

“Bukan hanya top of mind awareness, tetapi juga bottom of funnel experience kini menjadi faktor krusial dalam memenangkan kategori perawatan bayi. Strategi pemasaran ke depan harus berbasis data perilaku konsumen di e-commerce, bukan semata-mata harga dan promo,” pungkasnya.

Data ini menjadi rujukan penting bagi pelaku industri FMCG, khususnya di kategori Mom & Baby, untuk memetakan strategi produk dan pemasaran pada 2026. Masih terbuka peluang besar untuk menjangkau segmen konsumen baru yang semakin digital savvy dan mencari produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai pengasuhan modern.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.