IHSG Hari Ini Tergelincir, Pasar Cemas Efek Perubahan Metodologi MSCI

Jumat, 23 Jan 2026, 17:55 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir pekan seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perubahan metodologi MSCI, yang dinilai dapat memengaruhi aliran dana asing dan komposisi portofolio investor global.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/1) sore ditutup melemah 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00 akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap rencana perubahan metodologi perhitungan free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ket. Foto: Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,17 persen ke posisi 873,59.

“Pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh antisipasi penerapan metodologi MSCI untuk penghitungan free float saham-saham Indonesia yang dikhawatirkan akan berdampak pada tekanan jual oleh investor asing, terutama terhadap saham-saham yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau konglomerasi,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (23/1).

MSCI berencana mengubah hitungan free float saham emiten-emiten di Indonesia untuk bisa masuk indeks global, dan telah meminta masukan pelaku pasar terkait penggunaan Monthly Holding Composition Report dari KSEI sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham.

Masukan publik telah ditutup pada 31 Desember 2025 dengan hasil konsultasi akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026, dan apabila disetujui, akan berlaku saat review indeks MSCI pada Mei 2026.

Rencana perubahan metodologi free float ini krusial bagi emiten-emiten di pasar modal Indonesia, yang ingin menembus indeks MSCI.

Selama ini, BEI hanya menerima laporan kepemilikan di atas 5 persen, sementara data KSEI mencakup pemegang saham di bawah 5 persen, yang memberikan gambaran lebih detail tentang struktur kepemilikan publik.

Dari kawasan Asia, bursa saham kawasan Asia ditutup menguat, seiring dengan keputusan Bank of Japan (BoJ) yang mempertahankan suku bunga tetap di level 0,75 persen menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 8 Februari 2026.

Seiring dengan itu, yield obligasi pemerintah Jepang dengan tenor 40 tahun turun 4 bps ke level 3.953 persen, namun obligasi dengan tenor lebih pendek mengalami kenaikan

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 0,83 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,12 persen.

Sedangkan, sembilan sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik paling dalam turun sebesar 2,23 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 2,17 persen dan 1,57 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RMKO, BAIK, LPCK, TOOL dan JAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PTRO, ZATA, DAAZ, MPPA, dan MAHA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.319.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,15 miliar lembar saham senilai Rp32,04 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 495 saham menurun, dan 118 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 108,70 poin atau 0,20 persen ke 53.797,60, indeks Shanghai menguat 13,58 poin atau 0,33 persen ke 4.136,16, indeks Hang Seng menguat 119,54 poin atau 0,45 persen ke 26.749,50, dan indeks Strait Times menguat 63,13 poin atau 1,31 persen ke 4.891,45.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.