IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Amankan Cuan Duluan
Rabu, 21 Jan 2026, 18:21 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring meningkatnya aksi profit taking setelah reli dalam beberapa hari terakhir.
Tekanan datang dari kombinasi sentimen domestik dan global, mulai dari kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga ketidakpastian data ekonomi eksternal.
Di dalam negeri, minimnya katalis positif baru membuat pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan, sehingga laju IHSG tertahan meski fundamental emiten relatif stabil.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/1) sore, ditutup melemah 124,37 poin atau 1,36 persen ke posisi 9.010,33 seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar yang tertekan oleh sentimen dari dalam negeri dan mancanegara.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,95 poin atau 1,47 persen ke posisi 871,41.
âIHSG bergerak melemah yang diwarnai dengan volatilitas tinggi akibat aksi profit taking,â ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari dalam negeri, saham-saham berbasis Sumber Daya Alam (SDA) termasuk yang berkapitalisasi besar (big caps) tercatat melemah merespon kebijakan pemerintah yang mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfataan Hutan (PBPH) sebanyak 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan.
Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang memutuskan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen atau sesuai ekspektasi, belum mampu menjadi katalis untuk menahan pelemahan IHSG.
Selain itu, Nico menyebut pelaku pasar juga tertekan seiring kekhawatiran terhadap independensi terkait pencalonan Deputi Gubernur BI, yang mana terdapat tiga nama calon yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro.
âPasar memiliki pandangan tentunya ini akan berpotensi kebijakan moneter yang berdekatan dengan politik sehingga ini akan mendorong intervensi pemerintah dalam kebijakan moneternya,â ujar Nico.
Dari mancanegara, Nico menyebut pelaku pasar khawatir terhadap ketegangan geopolitik seiring ancaman baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland, serta adanya ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland.
Kemudian, fokus pelaku pasar akan tertuju kepada pidato Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dan KTT darurat Uni Eropa di Kota Brussels, Belgia.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor melemah yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,49 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,86 persen.
Sedangkan, satu sektor menguat yaitu sektor barang konsumen primer yang menguat sebesar 0,33 persen.
Saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yaitu UNTR, REAL, YELO, TOSK dan JGLE. Sedangkan saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yakni ESIP, BELL, HDIT, KIOS, dan UANG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.032.229 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 61,67 miliar lembar saham senilai Rp34,22 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 546 saham menurun, dan 77 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 278,00 poin atau 0,52 persen ke 52.713,10, indeks Shanghai menguat 3,29 poin atau 0,08 persen ke 4.116,93, indeks Hang Seng menguat 97,55 poin atau 0,37 persen ke 26.585,06, indeks Kuala Lumpur menguat 6,75 poin atau 0,40 persen ke 1.705,81, dan indeks Strait Times melemah 18,12 poin atau 0,38 persen ke 4.809,87.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Rumah Singgah Gratis untuk Pasien Rujukan Warga Lumajang
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.