Demi Pendidikan, Sulsel Marathon Perbaiki 136 Sekolah
Rabu, 21 Jan 2026, 03:16 WIBMAKASSAR â Demi menghadirkan lingkungan belajar yang layak dan nyaman bagi para peserta didik Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman ngebut merehabilitasi 136 sekolah.Â
âKita meresmikan rehabilitasi 136 unit sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Sulsel. Ini adalah program rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan terbanyak yang pernah kita lakukan,â ujarnya saat peresmian hasil rehab sekolah yang dipusatkan di SLB Negeri 2 Makassar di Makassar, Selasa.
Program rehabilitasi 136 SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Selatan menggunakan total anggaran Rp484 miliar pada tahun anggaran 2025. Ia menjelaskan program ini sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah serta Digitalisasi Pembelajaran.
Dirinya berharap rehabilitasi sekolah tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Fasilitas yang memadai, kata dia, menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang prestasi dan kenyamanan siswa dan tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar.
âKami berharap mudah-mudahan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan siswa se-Sulsel. Program ini secara bertahap dilakukan untuk menyisir sekolah-sekolah dengan kondisi rusak parah dan sedang yang kemudian dilakukan perbaikan,â katanya.
Ekosistem Rempah
Selain itu, Â Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat ekosistem rempah berbasis petani lokal dan penguatan kolaborasi lintas sektor guna mendongkrak ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi di Makassar, Selasa, mengatakan Sulsel memiliki kekayaan komoditas rempah yang beragam dan berpotensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
âSulsel memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah penghasil rempah. Ini bukan sekadar komoditas, tetapi identitas dan kekuatan ekonomi daerah yang harus kita bangkitkan kembali,â ujarnya saat bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah Dewan Rempah Kejayaan Indonesia (DRKI) Sulawesi Selatan di Rujab Wagub.
Menurut mantan Wakil Wali Kota Makassar ini, upaya mengembalikan kejayaan rempah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, mulai dari hulu hingga hilir.
Ia juga mendorong DRKI untuk aktif melakukan sosialisasi, edukasi, serta penyebaran informasi terkait potensi dan pengembangan komoditas rempah di Sulawesi Selatan. Mulai dari cengkeh, pala, lada, kayu manis, hingga berbagai komoditas rempah lainnya. "Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mengembalikan kejayaan rempah di tanah Sulawesi,â tegasnya.
Lebih lanjut, Fatmawati berharap pengembangan sektor rempah dapat memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan petani, memperkuat rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
âKami berharap adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat, agar pengembangan rempah ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan ekonomi Sulsel,â ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DRKI Sulawesi Selatan Andi Nurhidayati Zainudin, menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar seminar pengembangan rempah, dengan Wakil Gubernur Sulsel direncanakan hadir sebagai keynote speaker.
âKita tahu bagaimana kejayaan rempah-rempah di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan. Sayangnya, masih terdapat keterbatasan informasi terkait pemasaran dan peningkatan kualitas produk. Karena itu, kami ingin berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun kembali kejayaan tersebut,â ujarnya.
Ia menegaskan Sulawesi Selatan memiliki potensi strategis komoditas rempah seperti nilam, cengkeh, pala, lada, vanila, dan komoditas lainnya yang perlu dikembangkan secara terencana dan berkelanjutan.
Melalui Dewan Rempah Kejayaan Indonesia, pihaknya berkomitmen memperjuangkan kepentingan petani dan pelaku usaha rempah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.
âKami akan memulai dengan agenda seminar yang melibatkan pelaku usaha, petani, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam mengembangkan rempah Sulawesi Selatan,â pungkasnya.
- rehabilitasi sekolah
- sulsel
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Jalan Rusak, Air Merembes di Underpass DI Panjaitan Jaktim, Warga Teriak Minta Diperbaiki: Rusak Lagi Nih!
-
Larangan Study Tour Sekolah Berdampak Besar ke Pariwisata: Saatnya Industri Berinovasi
-
PHRI Kota Yogyakarta Dukung Food Bank “Lumbung Mataraman”, Donasi Makanan Hotel untuk Warga Rentan
-
70% Lebih Warga Jakarta Puas terhadap Kinerja 100 Hari Pramono Anung-Rano Karno
-
Bapanas: Harga Pangan Hari Minggu Turun, Cabai Rawit Merah Rp60.266 per Kg
-
Presiden RI Prabowo Subianto Tinjau Teluk Jakarta Naik KRI Jelang HUT ke-80 TNI
-
BSU Rp6,8 Triliun Digelontorkan, Tapi Daya Beli Masih Loyo?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.