Artajasa Gandeng Ant International, Perkuat Pembayaran Digital dan Transaksi Lintas Batas

Rabu, 21 Jan 2026, 18:42 WIB

JAKARTA – PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), penyedia infrastruktur sistem pembayaran terkemuka di Indonesia, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ant International, penyedia teknologi keuangan, digitalisasi, dan pembayaran digital global terkemuka.

Kolaborasi strategis ini akan memajukan integrasi pembayaran lintas batas yang lancar, inovasi seluler berbasis AI, dan solusi digitalisasi UKM antara Indonesia dan ekosistem global Ant International yang luas.

Ket. Foto: Armand Hermawan, President Director & CEO Artajasa (kiri) bersalaman dengan Pan Yan, Head of Strategic Partnership Office for Alipay+, Ant International seusai penandatangan MoU antara Artajasa dan Ant International, di Singapura baru-baru ini. — Sumber: Artajasa

Selain meningkatkan kemudahan transaksi, kolaborasi ini menggarisbawahi komitmen bersama untuk mendorong transformasi digital dan memberikan nilai berkelanjutan di seluruh ekosistem pembayaran, yang menguntungkan para pelaku industri, pedagang, dan konsumen.

MoU tersebut secara resmi ditandatangani di Singapura oleh Armand Hermawan, Presiden Direktur & Chief Executive Officer Artajasa, dan Pan Yan, Kepala Kantor Kemitraan Strategis untuk Alipay+, Ant International.

Tonggak sejarah ini menandai awal dari sinergi strategis untuk memperluas jangkauan layanan pembayaran digital dan mendorong inovasi teknologi, menjembatani infrastruktur pembayaran Indonesia dengan ekosistem pembayaran digital global.

Sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran terkemuka di Indonesia, Artajasa saat ini menghubungkan lebih dari 80.000 ATM dan 98 lembaga anggota ATM Bersama di seluruh negeri. Perusahaan ini juga merupakan pemain terbesar dalam layanan QRIS, memungkinkan penerimaan pembayaran untuk lebih dari 41 juta pedagang di seluruh negeri.

Ekosistem pembayaran komprehensif Artajasa mendukung berbagai industri, termasuk telekomunikasi, multifinance, asuransi, layanan publik, energi, pendidikan, transportasi, uang elektronik, kartu kredit, e-commerce, dan banyak lagi.

Selain itu, Artajasa mengoperasikan jaringan ATM yang luas di seluruh Indonesia dan mengelola penyebaran EDC melalui jaringan agen yang luas di seluruh negeri.

Ant International, melalui empat pilar bisnisnya Alipay+, Antom, Bettr, dan WorldFirst, menawarkan berbagai solusi techfin yang mempromosikan konektivitas dan inklusi global melalui kemampuan pembayaran berbasis AI dan alat pertumbuhan, serta solusi digitalisasi UKM.

Alipay+, gerbang dompet terpadunya, telah mendukung pengembangan superapp terbesar di Asia, dan menghubungkan lebih dari 1,8 miliar akun pengguna di 40 mitra pembayaran internasional ke lebih dari 150 juta pedagang di lebih dari 100 pasar.

Mengomentari kolaborasi tersebut, Armand Hermawan menyatakan, masa depan pembayaran dan layanan keuangan dibentuk oleh ekosistem yang kuat dan saling terhubung yang dibangun di atas kolaborasi, kepercayaan, dan inovasi berkelanjutan. Ant International adalah tolok ukur global dalam pembayaran digital, menjadikan kemitraan ini sangat strategis.

“MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk mendorong kolaborasi terbuka, bertukar wawasan, dan bersama-sama mengeksplorasi peluang inovatif yang akan memajukan ekosistem pembayaran,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Rabu (21/10).

“Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling dinamis di dunia, dan kami bangga berkolaborasi dengan Artajasa untuk lebih meningkatkan kemampuan digital Indonesia dan belajar dari ekosistem lokal,” kata Edward Yue, General Manager Alipay+ untuk SEA, ANZ dan Asia Selatan, Ant International.

“Ant International akan sepenuhnya mendukung Artajasa dan mitra lokal Indonesia melalui teknologi dan keahlian kami, mulai dari pembayaran dan seterusnya, untuk membuat inovasi dapat diakses oleh pengguna dan bisnis lokal. Bersama-sama, kita dapat memberdayakan gelombang peluang baru dan berkontribusi pada masa depan digital Indonesia,” tambahnya.

Sebagai fase awal kemitraan pada tahun 2026, Artajasa dan Ant International yakin bahwa kombinasi infrastruktur lokal yang kuat dan teknologi global yang canggih akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas transaksi lintas batas bagi konsumen Indonesia dan pengunjung internasional, sekaligus memperkuat daya saing global industri sistem pembayaran nasional Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.