Mentrans: Pemerintah Kembangkan Kawasan Transmigrasi dengan Trans Patriot 2026
Senin, 19 Jan 2026, 15:15 WIBJAKARTA - Pemerintah berkomitmen mengembangkan potensi sebanyak total 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia dengan program Trans Patriot 2026. Pengembangan kawasan transmigrasi dengan Trans Patriot melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi Mitra dengan usulan tambahan 60 kawasan transmigrasi baru.
Menteri Transmigrasi (Mentrans), M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyebut transmigrasi saat ini bukan lagi distribusi penduduk atau penyebaran penduduk. Namun, transmigrasi hari ini yaitu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
"Kongkret ya, kami harus lebih banyak menyediakan lapangan kerja. Kemudian pendapatan yang layak sehingga tidak ada lagi masyarakat yang miskin," kata Menteri Iftitah dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Trans Patriot 2026 di Hotel Mercure Jakarta, Minggu (18/1).
Menteri Iftitah memaparkan, program Trans Patriot 2026 sebagai investasi di tengah sejumlah kawasan transmigrasi yang masih terbelakang. Menurut dia, masih terdapat sejumlah kawasan transmigrasi yang belum berkembang, khususnya infrastruktur, jalan, dan fasilitas penunjang kawasan.
"Industrialisasi di Rempang dan Galang, itu nanti selain kawasan industri juga perikanannya, kelautannya. Kemudian yang kedua, misalkan di Mamuju, Kaluku, kawasan transmigrasi Maluku, itu ada potensi logam tanah jarang," ucap dia.
Menteri Iftitah menjelaskan, Trans Patriot 2026 juga akan fokus mengembangkan bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lain sebagainya. Selain itu, Pemerintah juga akan memberikan Beasiswa Patriot di tiga kawasan transmigrasi yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi.
"Menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan masyarakat, dilakukan investasi dan pembangunan ekonomi mendapatkan manfaat dari pembangunan ekonomi tersebut. Kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, kemudian insentif, kemudian juga syarat-syarat yang harus dipenuhi," ujar dia.
Sementara itu, Anggota Komite Eksekutif Pembangunan Otonomi Khusus Papua, John Gluba Gebze, menegaskan transmigrasi harus menciptakan ekonomi baru. Khususnya pengembangan dan peningkatan infrastruktur dan sarana penunjang kawasan transmigrasi di Papua yang memerlukan perhatian dari Pemerintah Pusat.
"Kita ingin di Papua lebih banyak lapangan kerja, lebih banyak melibatkan masyarakat. Kemudian juga kita ingin tidak ada lagi masyarakat miskin di seluruh wilayah Indonesia," tutur John.
John menambahkan, permasalahan ketimpangan wilayah menjadi fokus semua pihak, dimana sejumlah kampus akan turut berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing. Sejumlah Perguruan Tinggi yang bergabung yaitu, UI, IPB, ITB, UNPAD, ITS Surabaya, kemudian Brawijaya, Airlangga, dan Unas.
"Sehingga kami bisa membangun kapal dengan PT Pal Surabaya karena banyak lulusan dari ITS Surabaya. Dari perkapalan yang juga kami membangun untuk menghubungkan nusantara dari titik batas Republik Indonesia Merauke ke berbagai pelosok," ungkap dia.
Program Trans Patriot merupakan salah satu dari lima program unggulan Kementerian Transmigasi di bawah Menteri Iftitah. Empat program lainnya yaitu, Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Gotong Royong, dan Trans Karya Nusa. ils/I-1
- Mentrans
- Kawasan Transmigrasi
- Trans Patriot
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Jejak Epstein di Silicon Valley Terungkap dari Dokumen DOJ
-
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Perindustrian
-
Filipina Dihantam Badai Bualoi, 19 Nyawa Melayang
-
Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025
-
Implementasi KDMP Harus Berbasis pada Kesiapan Masing-Masing Desa
-
Upskilling Jadi Senjata Lulusan Vokasi untuk Rebut Peluang Kerja Lokal hingga Global
-
Rakor Strategis Program Transformasi Transmigrasi Tahun 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.