Pascateror Bom SDN Srengseng Sawah, Mendikdasmen Pastikan MPLS Berjalan Aman
Selasa, 14 Jul 2026, 13:52 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh Indonesia berjalan aman dan tetap menyenangkan pascateror bom di SD Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan.
"Hasil investigasi kepolisian menyatakan ancaman tersebut hanya tindakan iseng, tidak terbukti sebagai ancaman nyata, dan pelaku telah diidentifikasi, serta motifnya masih didalami. Saya sudah mengunjungi langsung sekolah tersebut tadi pagi dan bertemu dengan siswa, kepala dinas pendidikan, hingga guru," kata Mu'ti di Jakarta pada Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan kegiatan MPLS berlangsung normal, siswa tetap ceria, dan tidak terlihat rasa takut di kalangan siswa, orang tua, maupun guru.
"Pemerintah mengarahkan MPLS agar menjadi awal yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Pendekatan yang diterapkan adalah humanis dan inklusif. MPLS juga dimanfaatkan sebagai sarana, penelusuran bakat dan minat siswa, membangun motivasi belajar, dan meningkatkan rasa percaya diri," ujar dia.
Mu'ti mengingatkan kepada seluruh guru, sekolah, dan tenaga pendidik bahwa kebijakan MPLS yang aman dan menyenangkan tersebut berlaku bagi kelas 1 SD, 7 SMP, hingga 10 SMA.
MPLS, menurutnya, menjadi momentum memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan. Selain itu, sekolah juga didorong membiasakan hidup bersih dan sehat.
"Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, bahaya dan dampak negatif judi online, cyber bullying (perundungan siber), serta dampak negatif penyalahgunaan teknologi digital," paparnya.
Tujuan edukasi MPLS tersebut, kata Mu'ti, agar siswa memiliki motivasi tinggi sekaligus kesiapan menghadapi jenjang pendidikan baru.
Sebelumnya, kepolisian mengungkap teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7), berawal dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima guru saat upacara hari pertama MPLS.
"Kita dapati bahwa memang informasinya betul, ada WA yang masuk ke guru dan TU," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7).
Nurma mengatakan pesan WhatsApp tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Kemudian, mereka melapor kepada kepolisian dan langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP).
Adapun isi pesan WhatsApp tersebut yakni peneror mengancam akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor ke polisi.
"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," demikian isi pesan tersebut.
Kepolisian telah menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama MPLS, Senin (13/7).
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kementerian PKP Usulkan Anggaran BSPS Rp38 Triliun
-
Harga Kedelai Naik, Perajin Kulon Progo Sesuaikan Ukuran Tahu
-
Anyaman Bambu untuk Bungkus Daging Dinilai Lebih Ramah Lingkungan dan Higienis.
-
Badan Geologi Tingkatkan Status Gunung Lewotobi Laki-laki Jadi Awas
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo Bernama Bison Dinyatakan 100 Persen Sehat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.