Usai Teror Bom: Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Pastikan MPLS Berjalan Kondusif

Selasa, 14 Jul 2026, 13:39 WIB

JAKARTA – Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kamtono, memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan kondusif usai teror bom yang terjadi pada Senin (13/7).

"Pihak sekolah berupaya menjaga situasi tetap kondusif agar proses MPLS tidak terganggu," kata Kamtono di Jakarta, Selasa (14/7).

Ket. Foto: SDN Srengseng Sawah 15 Pagi melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) usai ancaman bom, Jakarta, Selasa (14/7/2026). — Sumber: ANTARA

Ancaman bom yang terjadi sempat membuat guru serta siswa merasa panik dan gelisah. Namun, pihaknya berkomitmen meminimalkan dampaknya dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, baik di sekolah maupun tempat lain.

"Kasihan anak-anak yang sedang menjalani masa pengenalan sekolah," ucapnya.

Sebagian peserta didik, terutama yang sudah lebih besar, sempat mengetahui adanya ancaman tersebut. Untuk itu, sekolah menggandeng tim psikologi untuk memberikan pendampingan agar tidak muncul trauma yang berkepanjangan.

"Saya sangat prihatin terhadap anak yang berkaitan dengan peristiwa ini karena tentu ada beban mental. Kami khawatir mereka menjadi enggan bersekolah. Padahal sebagai guru, kami memiliki tanggung jawab membina, mendidik, dan memastikan masa depan mereka tetap berjalan dengan baik," katanya.

Sebelumnya, kepolisian mengungkap teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7), berawal dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima guru saat upacara hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Kita dapati bahwa memang informasinya betul, bahwa ada WA yang masuk ke guru dan TU," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7).

Nurma mengatakan pesan WhatsApp tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Kemudian, mereka melapor kepada kepolisian dan langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

Adapun isi pesan WhatsApp tersebut yakni peneror mengancam akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor ke polisi.

"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," demikian isi pesan tersebut.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.