Peringatan untuk Pekerja Lapangan! Ini Penyakit yang Muncul Saat Musim Hujan dan Banjir yang Harus Diwaspadai
Kamis, 15 Jan 2026, 14:18 WIBJAKARTA - Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI DR. dr. Wan Nedra Komaruddin, Sp.A, mengingatkan pekerja lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan kesehatan saat bertugas di tengah hujan dan banjir guna mencegah berbagai penyakit infeksi yang berpotensi serius.
Wan Nedra, yang juga pemilik Klinik Asshomadiyah Medicare Centre itu mengatakan pekerja lapangan seperti wartawan, kurir ekspedisi, dan petugas teknis lainnya memiliki risiko kesehatan lebih tinggi karena sering terpapar air hujan dan banjir yang kotor.
âPekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,â kata Wan Nedra di Jakarta, Kamis (15/1).
Ia menjelaskan leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena disebabkan bakteri dari urine tikus atau hewan lain yang mencemari air banjir.
Bakteri tersebut dapat masuk melalui luka kecil di kulit dan menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, hingga gangguan ginjal dan hati bila tidak segera ditangani.
Selain itu, kontak berkepanjangan dengan air kotor juga dapat memicu infeksi kulit seperti dermatitis, bisul, dan jamur, serta meningkatkan risiko diare dan tifus akibat bakteri dan virus yang masuk ke saluran pencernaan.
Kondisi lembap dan dingin dalam waktu lama, lanjut dia, turut meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, termasuk flu, bronkitis, dan pneumonia.
Wan Nedra menekankan langkah paling penting yang harus dilakukan pekerja lapangan setelah terpapar air banjir adalah membersihkan diri sesegera mungkin.
âSegera mandi dengan air bersih dan sabun, terutama di bagian tubuh yang kontak langsung dengan air banjir. Luka sekecil apapun harus dibersihkan dan diberi antiseptik,â ujarnya.
Ia juga menyarankan pekerja segera mengganti pakaian dan alas kaki yang basah, serta membersihkan perlengkapan kerja seperti sepatu bot dan sarung tangan agar tidak menjadi sumber penularan penyakit.
Jika dalam beberapa hari muncul gejala seperti demam, nyeri otot, diare, atau luka bernanah, ia mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Untuk pencegahan, Wan Nedra merekomendasikan penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu bot tahan air, sarung tangan, jas hujan, serta membawa perlengkapan pribadi berupa sabun antiseptik dan kaus kaki cadangan.
Ia juga menganjurkan konsumsi vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan multivitamin guna menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, pekerja lapangan disarankan membawa obat-obatan dasar seperti antiseptik luka, obat antijamur, obat diare, oralit, serta memastikan status vaksin tetanus masih terlindungi.
âPersiapan yang baik dan kebiasaan hidup bersih sangat penting agar pekerja lapangan tetap sehat, aman, dan produktif meski harus bekerja di kondisi cuaca ekstrem,â kata Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PDNU) Jakarta Raya tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waspada, Penyakit Katup Jantung Berkembang Perlahan, Kenali Gejalanya Sejak Dini!
-
Sinner Hentikan Langkah Djokovic, Tantang Zverev di Final Wimbledon 2026
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
TNI Dorong Pelestarian Pesisir di Ambon Melalui Aksi Tanam Pohon dan Mangrove.
-
Apa Itu "Tai Chi Walking", Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
-
Yura Yunita Hadirkan Series “Main ke Rumah”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.