Kebakaran Melanda Pabrik Rajut di Bandung, Disdamkarmat Kerahkan 5 Armada
Kamis, 15 Jan 2026, 10:24 WIBBANDUNG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengerahkan lima armada mobil pemadam untuk mengatasi kebakaran yang melanda sebuah pabrik rajut di Cilampeni Katapang.
Kepala Kasie Pemadaman Disdamkarmat Kabupaten Bandung M. Saepulloh di Bandung, Kamis (15/1), mengatakan pihaknya merespons cepat laporan tersebut dan mencapai waktu tanggap sekitar lima menit.
"Hari ini kami menerima laporan terjadi kebakaran pukul 4.37 WIB di sebuah pabrik rajut. Kami menerjunkan lima mobil pemadam kebakaran dan tiba di lokasi sekitar pukul 4.43 WIB," ujarnya.
Ia menjelaskan sumber api diduga berasal dari gudang berisi sisa kain konveksi yang digunakan dalam proses produksi pabrik rajut. "Penyebab kebakaran berasal dari industri pabrik rajut. Biasanya sisa-sisa kain dari konveksi digunakan ulang dan disimpan di gudang," katanya.
Saat petugas tiba di lokasi, kata dia, kondisi api sudah membesar dan merambat sehingga membutuhkan pengerahan armada tambahan.
"Api sudah cukup besar sehingga kami kerahkan sekitar lima unit kendaraan. Kemungkinan terjadi keterlambatan pelaporan dari pihak korban," ujarnya.
Saepulloh memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, mengingat kebakaran terjadi di luar jam operasional pabrik.
Ia juga menyebutkan bahwa aktivitas di pabrik belum berjalan normal saat kejadian, karena jam kerja biasanya dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.
Saepulloh menyebutkan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.00 WIB dan tidak sempat meluas ke bangunan lain.
âSekitar pukul 06.00 WIB api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini masih dilakukan pendinginan agar tidak terjadi kebakaran ulang,â ujarnya.
Ia menambahkan proses pemadaman dan pendinginan turut terbantu oleh kondisi hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Sementara itu dirinya juga mengungkapkan bahwa petugas sempat menghadapi kendala terkait aliran listrik di lokasi kejadian dalam proses pemadaman.
âKendala utamanya karena PLN belum mendapatkan informasi lebih awal, sehingga aliran listrik belum langsung dipadamkan. Ini cukup berisiko bagi petugas karena adanya potensi aliran listrik aktif,â katanya.
- Kebakaran Pabrik
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemendikdasmen Apresiasi Pelatihan Manajemen Bencana oleh MDMC Muhammadiyah
-
Setiap Orang Terlahir Suci, Khofifah Tak Setuju Sebutan Anak Nakal
-
Kebakaran pabrik minyak goreng di Medan
-
Kebakaran pabrik tekstil di Jababeka
-
Kebakaran Hebat Melanda Pabrik Karet di Kota Padang
-
Geopark Merangin Ramai Lagi, Jadi Tempat Healing Favorit Saat Lebaran
-
TPA Benowo Sebagai Percontohan Program PSEL
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.