Salah dan Mane Bertemu Lagi di Semifinal Piala Afrika
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 06:31 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: FRANCK FIFE / Gabriel BOUYS / AFP
RABAT, MAROKO - Tiga tahun setelah terakhir kali berada di tim yang sama, Mohamed Salah dan Sadio Mane kembali bertemu. Kali ini bukan sebagai rekan, melainkan lawan, ketika Mesir dan Senegal saling berhadapan di semifinal Piala Afrika (AFCON), Kamis (15/1) dini hari WIB.
Laga semifinal yang digelar di Tangiers, Maroko, menjadi pertemuan pertama dua mantan bintang Liverpool itu sejak klub yang bermarkas di Anfield kalah dari Real Madrid dalam final Liga Champions Mei 2022. Tak lama setelah kekalahan tersebut, Mane hengkang ke Bayern Munich. Setahun kemudian dia melanjutkan karier ke Al-Nassr di Liga Pro Saudi.
M Salah, belakangan juga kerap dikaitkan dengan kepindahan ke Arab Saudi. Namun hingga kini dia masih bertahan di Liverpool, meski posisinya sempat tergeser di era pelatih Arne Slot sebelum turnamen Piala Afrika dimulai. Di Maroko, kapten Mesir itu datang dengan satu misi besar. Empat gol dari empat penampilan membawanya memimpin langkah Mesir ke semifinal, sekaligus menjaga asa meraih gelar AFCON pertamanya.
Bagi M Salah yang akan berusia 34 tahun pada bulan Juni mendatang, waktu kian menipis. Dua final Piala Afrika yang berakhir pahit masih membekas. Pada tahun 2017 di Gabon, Mesir kalah dari Kamerun. Lima tahun kemudian, di Yaounde, Mesir kembali gagal setelah takluk dari Senegal lewat adu penalti, sebuah laga yang juga menjadi panggung dramatis bagi Mane.
Dalam final 2022 itu, Mane sempat gagal mengeksekusi penalti di waktu normal. Namun dia bangkit dan menjadi penentu kemenangan Senegal dalam adu penalti, mengantar negaranya meraih gelar juara Afrika pertama sepanjang sejarah. Salah, yang seharusnya menjadi penendang berikutnya bagi Mesir, tak sempat mendapat kesempatan dan terlihat nyaris menitikkan air mata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kurang dari dua bulan berselang, keduanya kembali berhadapan di playoff kualifikasi Piala Dunia. Lagi-lagi penalti menjadi penentu: Salah gagal, Mane sukses, dan Senegal melaju ke Qatar. Senegal kemudian mencapai babak 16 besar,. Sementara itu, Mesir absen dari Piala Dunia pertama yang digelar di dunia Arab. Kini, keduanya telah memastikan tiket ke Piala Dunia Amerika Utara mendatang, yang mungkin menjadi panggung terakhir bagi dua veteran Afrika ini.
Namun untuk saat ini, fokus tertuju pada supremasi benua. Senegal membidik final ketiga dalam empat edisi terakhir AFCON. Mesir mengincar langkah menuju gelar kedelapan yang akan memperpanjang rekor mereka. Mane, yang juga berusia 34 tahun, mengaku lebih lepas dari tekanan karena sudah pernah mengangkat trofi.
Sebaliknya, Salah tak menyembunyikan ambisinya. “Tak ada yang lebih ingin memenangkan trofi ini selain saya,” ujarnya usai Mesir menyingkirkan Pantai Gading di perempat final.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama lima tahun di Liverpool di bawah asuhan Jürgen Klopp, keduanya membentuk trisula mematikan bersama Roberto Firmino. Gelar Liga Champions 2019 dan Liga Inggris 2020 menjadi puncaknya, meski dua final Eropa juga berakhir dengan kekalahan dari Real Madrid.
Mane belakangan mengakui hubungan mereka di lapangan tak selalu mulus. Kini, untuk pertama kalinya, mereka benar-benar berdiri di sisi berseberangan, membawa harapan dua bangsa menuju juara Afrika. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!