Perkuat Sekolah Rakyat, Perpusnas Sediakan Ribuan Buku dan Anjungan Baca Digital

Rabu, 14 Jan 2026, 07:46 WIB

BANJARBARU - Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) Endang Aminudin Aziz menegaskan perpustakaan merupakan salah satu pusat sumber belajar terbaik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Karenanya, Perpusnas berkomitmen hadir memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah.

Ia menjelaskan, sejak awal Kementerian Sosial menginisiasi pembangunan Sekolah Rakyat di 166 wilayah, Perpusnas dilibatkan untuk merumuskan bentuk fasilitas yang dapat diberikan agar proses belajar mengajar berjalan optimal. 

Ket. Foto: Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) Endang Aminudin Aziz (putih) usai menghadiri Peresmian Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Senin (12/1) — Sumber: istimewa

"Kami di Perpusnas diajak berembuk bagaimana memberikan fasilitas kepada peserta didik di Sekolah Rakyat agar mereka dapat belajar secara optimal," ungkap Endang Aminudin usai menghadiri Peresmian Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Senin (12/1).

Sebagai tindak lanjut, Perpusnas menyatakan kesiapan mendukung Sekolah Rakyat dengan menyediakan buku-buku bermutu, relevan dengan kebutuhan peserta didik, sesuai perkembangan usia serta minat peserta didik.

Dia menjelaskan, pada tahun 2025, Perpusnas membantu penguatan perpustakaan di 150 lokus Sekolah Rakyat. Untuk jenjang sekolah dasar (SD) disalurkan sebanyak 1.500 buku, jenjang sekolah menengah pertama (SMP) 1.500 buku, dan sekolah menengah atas (SMA) 1.000 buku. "Artinya, jika ada sekolah satu atap, misalnya SD dan SMP bergabung, maka akan tersedia sekitar 3.000 buku secara bersamaan," jelas Endang.

Selain buku cetak, Perpusnas juga menyediakan fasilitas Anjungan Baca Digital (ABD) yang berisi ratusan koleksi buku digital. Fasilitas ini dapat diakses oleh para pelajar sebagai sumber belajar tambahan di luar buku cetak. “ABD ini memperkaya sumber belajar anak-anak, terutama untuk mendukung kegiatan belajar yang menyenangkan,” katanya.

Lebih lanjut, Endang menyampaikan bahwa Presiden menekankan Sekolah Rakyat sebagai wujud kerja bersama lintas kementerian dan lembaga untuk memutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

“Sekolah Rakyat adalah ruang pembelajaran terbuka, dan kami di Perpusnas ingin menjadi bagian dari upaya baik ini. Ini terobosan luar biasa agar kesempatan setiap anak dan setiap keluarga benar-benar terbuka,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran perpustakaan di Sekolah Rakyat merupakan bagian dari tekad Perpusnas dalam memperkuat martabat bangsa melalui peningkatan literasi.

Dia juga menyinggung kunjungan Presiden ke salah satu perpustakaan Sekolah Rakyat, di mana Presiden secara langsung mencoba menghubungkan ABD dengan komputer. Fasilitas tersebut memungkinkan akses karya-karya guru dan siswa yang diunggah secara digital.

“Tadi Presiden melihat langsung bagaimana karya siswa bisa masuk ke ABD dan menjadi bagian dari pembelajaran bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Pustakawan Perpustakaan Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Normina menerangkan berbagai program dari Sabumi, perpustakaan yang dikelolanya. 

Ia menjelaskan nama Sabumi merupakan bahasa Banjar yang memiliki arti bergotong royong untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut Endang, membentuk anak-anak agar literatur perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak. "Sabumi akronim dari Semua Akses Bacaan Unggul Menggapai Ilmu. Harapan kami perpustakaan ini dapat menyediakan semua akses bagi siswa SR," jelasnya.

Perpustakaan Sabumi memiliki dua program kerja, yaitu Pustakawan Cilik dan Duta Perpustakaan. Tujuannya agar mereka (para pemustaka cilik) dapat menarik dan mengajak teman-temannya untuk rajin membaca di perpustakaan, tak hanya itu tetapi juga bisa mengkaji buku-buku yang tersedia di sini," terangnya.  

Duta Perpustakaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Revinza Nur Amalia mengaku senang dengan adanya bantuan buku dari Perpusnas. "Semoga kedepannya banyak buku yang disumbangkan ke sini. Karena banyak siswa di sini yang suka baca buku," ungkapnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.