Kekeringan Melanda 4.248 Hektare Sawah Karawang, Pemkab Dorong Perbaikan Embung
Rabu, 07 Okt 2026, 06:15 WIBKarawang - Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan perbaikan embung dan normalisasi saluran irigasi sekunder diperlukan untuk mengatasi kekeringan yang melanda areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
âKami sudah berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai)Â dan PJT (Perum Jasa Tirta) II Jatiluhur dalam penanganan kekeringan areal sawah di wilayah utara Karawang,â kata Aep di Karawang, Selasa (6/10).
Ia mengatakan penanganan kekeringan di wilayah selatan Karawang membutuhkan langkah jangka panjang melalui optimalisasi embung yang mengalami pendangkalan.
Menurut Aep, penanganan kekeringan perlu segera dilakukan untuk menjaga produktivitas padi sekaligus mengurangi dampak terhadap areal persawahan.
Berdasarkan catatan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang, hingga akhir September 2026 terdapat 4.248 hektare sawah yang terdampak kekeringan.
Areal persawahan yang terdampak tersebut tersebar di Kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Jayakerta, Pedes, Pakisjaya, Kutawaluya, Cilebar, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Pangkalan.
Sementara itu, Kepala BBWS Citarum Mochammad Dian Al Maâruf mengatakan kekeringan di wilayah utara Karawang terjadi karena sejumlah area tidak terjangkau jaringan irigasi teknis.
Selain itu, beberapa titik saluran mengalami kerusakan infrastruktur, sedangkan sebagian lahan terdampak pergeseran waktu tanam.
âTotal potensi lahan yang terdampak kekeringan di Pakisjaya tersebar di tiga desa, yaitu Desa Solokan, Desa Telukjaya, dan Desa Tanahbaru,â kata Dian dalam keterangannya.
Untuk menangani kondisi tersebut, BBWS Citarum mengoperasikan 20 unit pompa dengan kapasitas sekitar 40-80 liter per detik.
Pompa tersebut digunakan untuk mengambil air dari Sungai Citarum karena wilayah itu tidak memiliki sumber air lain dan berbatasan dengan kawasan air asin.
Selain pemompaan, BBWS Citarum melakukan normalisasi saluran irigasi di sejumlah titik yang menghambat aliran air.
Kegiatan normalisasi dan pemompaan yang dilakukan sejak 19 Agustus hingga 28 September 2026 telah membantu mengairi sekitar 400 hektare sawah.
âDari total 1.150 hektare lahan terdampak di Pakisjaya, upaya penanganan telah berhasil mengairi dan menyelamatkan sekitar 400 hektare, baik untuk tanaman yang sudah tumbuh maupun lahan yang bersiap untuk ditanam,â kata Dian.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
225 Orang Berebut Kursi Kades di Pilkades Serentak Karawang
-
Al Azhar Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT dan Karhutla di Daerah
-
Ebola Tak Kunjung Reda, Kongo Berada di Ambang Kolaps
-
Disdikbud Kaltim Beri Ruang Kreatif bagi Siswa Disabilitas untuk Berkarya
-
Rencana Kenaikan Tarif BPJS 2026, Menkes Bilang Begini!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.