Kutai Timur Punya Target Besar: 100 Persen Wilayah Teraliri Listrik, ESDM Diminta Bantu

Selasa, 15 Sep 2026, 05:58 WIB

SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) , Kalimantan Timur meminta dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menuntaskan elektrifikasi hingga 100 persen.

“Saat ini, masih terdapat tiga desa di Kutim yang belum dialiri jaringan listrik PLN. Itu yang kami minta untuk dituntaskan ke pemerintah pusat,” kata Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, dalam rilis resmi Humas Kutim di Sangatta, Senin (14/9).

Ket. Foto: Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi menyampaikan permintaan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN bagi Desa Belum Berlistrik di Kalimantan Timur, yang berlangsung di Jakarta, Senin (14/9). — Sumber: Antara foto/HO-Prokopim Kutim

Permintaan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN bagi Desa Belum Berlistrik di Kalimantan Timur, yang berlangsung di Ruang Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jakarta.

Mahyunadi menyebut tingkat elektrifikasi Kutai Timur berdasarkan hasil verifikasi telah mencapai 97,87 persen. Namun, Pemkab Kutim masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memberikan akses listrik kepada masyarakat di tiga desa.

“Masih ada tiga desa yang belum mendapatkan listrik, yaitu Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran,” ujar Mahyunadi.

Ketiga desa tersebut menjadi perhatian Pemkab Kutim karena lokasinya memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan jaringan listrik. Karena itu, pemerintah daerah mendorong adanya dukungan dan percepatan dari pemerintah pusat bersama PLN.

Menurutnya, penyelesaian jaringan listrik di tiga desa tersebut diperlukan agar capaian elektrifikasi Kutai Timur tidak berhenti pada angka 97,87 persen, tetapi dapat ditingkatkan hingga 100 persen.

Dia berharap koordinasi dengan Kementerian ESDM dan PLN dapat menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik di wilayah yang masih belum terjangkau.

Ketersediaan listrik dinilai penting untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong aktivitas pendidikan, komunikasi, pelayanan publik, dan perekonomian di tiga desa tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.