Kinerja Pertamina Dipertanyakan, SPBU Berair Terus Terjadi

Rabu, 14 Jan 2026, 00:56 WIB

JAKARTA - Kinerja Pertamina banyak dipertanyakan karena seperti tak mampu menyelesaikan kasus-kasus SPBU berair, sehingga terulang dan terulang. Terbaru terjadi di SPBU daerah Kabupaten Kudus (Bacin), Jepara, dan Pati. Di ini banyak keluhan gangguan kendaraan konsumen yang diduga disebabkan kandungan air di bahan bakar usai pengisian di SPBU Bacin. Pertamina mengirim tim untuk mengecek.

"Pengecekan dilakukan pascabanjir dan tingginya curah hujan yang terjadi Minggu (11/1) hingga Senin (12/1). “Pengecekan menyeluruh ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati terkait potensi kandungan air," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan di Kudus, Selasa.

Ket. Foto: dikhawatirkan berair — Sumber: ist

Dari hasil pemeriksaan awal, kata dia, Pertamina menemukan ada satu SPBU di Kabupaten Kudus yang terindikasi mengandung air akibat curah hujan, yakni SPBU 43.593.18 Bacin. Menindaklanjuti temuan tersebut, Pertamina langsung memerintahkan penutupan sementara atau penghentian penjualan BBM di SPBU tersebut sejak pukul 06.00 WIB guna dilakukan pengecekan lanjutan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan prosedur pengecekan meliputi penelusuran riwayat pengiriman BBM, pemeriksaan kandungan air melalui sistem Automatic Tank Gauging (ATG), pengecekan fisik menggunakan pasta air, serta pembersihan tangki secara menyeluruh. "Pertamina memastikan produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian, maka akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Bagi konsumen yang merasa kendaraannya mengalami gangguan atau menemukan indikasi adanya air setelah pengisian BBM di SPBU tersebut, Pertamina mengimbau untuk segera mendatangi SPBU tempat pengisian guna dilakukan proses validasi. "Apabila terbukti, konsumen akan diberikan ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Hingga kini, kata dia, pihak SPBU terkait menerima keluhan konsumen tercatat ada 10 unit sepeda motor yang mengalami permasalahan. Konsumen tersebut, akan mendapatkan ganti rugi perbaikan mesin kendaraan serta memberikan e-voucher pembelian BBM produk Pertamax.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyampaikan pengaduan atau informasi melalui SPBU tempat pengisian atau melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti. "Pertamina berkomitmen menjaga kualitas produk serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Ke depan, Pertamina harus bisa memastikan jaringan SPBU yang menjadi mitranya benar-benar 100 berkualitas. Ini penting agar konsumen tenang membeli bahan bakar di SPBU mitra Pertamina, jika tidak, tentu akan banyak konsumen yang berpindah ke SPBU lain.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.