Banjir Terus Berulang, Gubernur NTB Soroti Bukit Gundul sebagai Biang Kerok
Rabu, 14 Jan 2026, 16:15 WIBLOMBOK BARAT -Â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan langkah mitigasi bencana jangka panjang dengan membenahi kawasan hulu sungai menyusul meningkatnya bencana banjir akibat cuaca ekstrem.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penanganan banjir tidak hanya mengandalkan solusi jangka pendek melalui peninggian tanggul tanpa pembenahan kawasan hulu sungai.
"Untuk jangka menengah dan panjang, kondisi bukit-bukit yang sudah gundul harus diperbaiki," ujarnya saat meninjau pemukiman terdampak banjir di Lombok Barat, Rabu.
Iqbal mengungkapkan bahwa sedimentasi yang hanyut terbawa arus banjir terjadi akibat kerusakan lingkungan dan berkurangnya daerah resapan air di kawasan perbukitan.
Ia meminta pemerintah desa untuk lebih selektif dalam mengeluarkan rekomendasi pemanfaatan lahan yang berpotensi merusak lingkungan dan memperparah risiko bencana hidrometeorologi.
"Jika hulu tidak dibenahi, banjir terus berulang," kata Iqbal.
Saat ini Pemerintah NTB bersama pemerintah kabupaten melakukan upaya penanganan banjir secara bertahap dengan memetakan kebutuhan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti selimut, sembako, dan berbagai perlengkapan pribadi lainnya.
Gubernur Iqbal menginstruksikan agar penanganan darurat berfokus terhadap pembersihan saluran air dan sungai yang mengalami sedimentasi.
"Kami sepakat membersihkan drainase terlebih dahulu, karena curah hujan masih tinggi," ujarnya.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya tercatat ada 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa yang terdampak bencana banjir di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Bencana banjir juga melanda Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah korban terdampak sebanyak 50 kepala keluarga di Desa Montong Ajang dan 250 kepala keluarga di Desa Selong Belanak.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir terjadi selama beberapa hari ke depan di Nusa Tenggara Barat.
Fenomena cuaca buruk tersebut terjadi akibat dinamika atmosfer, di antaranya kemunculan pusat tekanan rendah di Samudera Hindia bagian selatan NTB, Monsun Asia yang menguat, dan pembentukan zona konvergensi.
- banjir
- ntb
- nusa tenggara barat
- mitigasi bencana
- lalu muhamad iqbal
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Dex Series
-
Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah PON 2028, NTB Langsung Tancap Gas Gelar Porprov XII!
-
Thaksin Shinawatra Diberi Pengampunan Kerajaan
-
Pocari Sweat Run Lombok 2026 Padukan Sensasi Lari di Sirkuit dan Budaya Lokal, Tarik 9.200 Peserta
-
Hujan Deras, Warga di Empat Desa di Buol Sulteng Kebanjiran
-
Banjir di Gorontalo Sudah Surut, Tinggalkan Gundukan Sampah
-
7 Tanda Kecemasan Tingkat Tinggi di Tempat Kerja yang Tidak Anda Sadari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.