Pocari Sweat Run Lombok 2026 Padukan Sensasi Lari di Sirkuit dan Budaya Lokal, Tarik 9.200 Peserta

Senin, 13 Jul 2026, 12:55 WIB

JAKARTA – Pocari Sweat Run Lombok 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia. Digelar pada 11–12 Juli 2026 di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, ajang ini diikuti sekitar 9.200 pelari dari 325 kota dan kabupaten di Indonesia serta peserta dari 21 negara.

Mengusung konsep Ultimate Dual Experience, Pocari Sweat Run Lombok 2026 menghadirkan pengalaman berbeda dengan menggabungkan atmosfer lintasan sirkuit, panorama alam Lombok, hingga kekayaan budaya lokal dalam satu rangkaian acara.

Ket. Foto: Para peserta Pocari Sweat Run Lombok 2026 melakukan start. Diikuti 9.200 pelari dari Indonesia dan 21 negara, ajang ini memadukan pengalaman lari di Sirkuit Mandalika dengan budaya lokal sekaligus mendorong sport tourism dan ekonomi NTB. — Sumber: Pocari Sweat

Hari pertama dibuka dengan Sunset Run sejauh 4,3 kilometer yang memungkinkan peserta menikmati pemandangan matahari terbenam di kawasan sirkuit. Keseruan berlanjut dengan penampilan Ariel NOAH yang hadir menggunakan mobil balap berbalut livery Pocari Sweat sebelum ditutup konser grup musik WALI.

Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti Sunrise Run melalui kategori Marathon 42 kilometer, Half Marathon 21 kilometer, dan 10 kilometer. Setelah menyelesaikan lomba, para pelari disambut dengan pertunjukan budaya serta sajian kuliner khas Lombok di area garis finis.

Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan sebanyak 72 persen peserta berasal dari luar Pulau Lombok. Menurutnya, momentum liburan sekolah membuat banyak peserta datang bersama keluarga sehingga turut menggerakkan sektor pariwisata.

"Pocari Sweat Run Lombok bukan sekadar event olahraga biasa. Tahun ini 9.200 pelari dari 325 kota dan kabupaten ikut berpartisipasi, dengan 72 persen berasal dari luar Lombok. Momentum ini diperkirakan memberikan dampak perputaran ekonomi lokal hingga sekitar Rp 95 miliar," ujar Puspita melalui siaran pers pada hari Senin (13/7).

Ia menambahkan, kehadiran ribuan peserta diperkirakan ikut meningkatkan tingkat hunian hotel, aktivitas transportasi, hingga belanja di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Didukung Pemerintah sebagai Penggerak Sport Tourism

Penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 mendapat dukungan dari pemerintah sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di Indonesia.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menilai penyelenggaraan ajang ini menjadi langkah strategis untuk memperluas budaya hidup sehat, terutama bagi masyarakat di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

"Pemerintah terus mendukung inisiatif yang memotivasi masyarakat untuk hidup sehat melalui konsep sport tourism. Lombok sebagai hub yang strategis mendekatkan pelari dari wilayah tengah dan timur Indonesia sekaligus menghilangkan batasan geografis dalam berolahraga," katanya.

Senada, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut sport tourism memiliki potensi besar dalam mendorong pariwisata berkualitas.

Menurutnya, ajang seperti Pocari Sweat Run mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ia juga menilai Lombok sebagai destinasi yang unik untuk penyelenggaraan lomba lari dan berhasil menarik minat peserta dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Infrastruktur Mandalika Dinilai Siap

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat selama penyelenggaraan acara. Hotel-hotel di sekitar kawasan wisata dan sirkuit dilaporkan mengalami lonjakan okupansi, sementara sektor transportasi dan UMKM turut menikmati peningkatan aktivitas.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan penyelenggaraan tahun kedua Pocari Sweat Run di Lombok menunjukkan kesiapan daerah dalam menggelar ajang internasional.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan penyelenggara tidak hanya menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal, tetapi juga memperlihatkan bahwa infrastruktur NTB telah siap menjadi tuan rumah berbagai event berskala besar.

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan lintasan yang melewati Pertamina Mandalika International Circuit dan kawasan The Mandalika memberikan pengalaman berlari yang berbeda karena memadukan atmosfer sirkuit modern dengan panorama pesisir serta perbukitan Lombok.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Pocari Sweat Run juga memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sportstainment yang tidak hanya identik dengan balap motor, tetapi juga mampu mengakomodasi berbagai kegiatan olahraga, pariwisata, dan gaya hidup.

Peserta Puji Pengalaman Berlari di Lombok

Atlet pemegang rekor marathon Asia Tenggara, Robi Syianturi, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya berlari di Lombok.

Menurutnya, meski lintasan memiliki elevasi yang cukup menantang, keindahan panorama serta ketersediaan hydration point membuat pengalaman berlari tetap nyaman.

Hal senada disampaikan chef Arnold Poernomo yang mengikuti kategori Half Marathon. Ia menyebut Lombok sebagai contoh nyata konsep sport tourism dan berencana kembali mengikuti ajang serupa bersama keluarganya di masa mendatang.

Pocari Sweat Run Lombok 2026 didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta berbagai mitra dari sektor swasta.

Setelah sukses di Lombok, Pocari Sweat akan melanjutkan rangkaian kegiatan melalui Pocari Sweat Run Indonesia 2026 pada September mendatang. Ajang tersebut akan kembali digelar dengan format hybrid yang memungkinkan pelari dari seluruh Indonesia mengikuti lomba secara langsung maupun virtual secara bersamaan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.