Pemerhati Jakarta Sebut Warga DKI Harus Tahu Biaya Pembongkaran Tiang Monorel Tak Lebih Rp300 Juta
📅 Minggu, 11 Jan 2026, 13:27 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Pemerhati Jakarta Sugiyanto mengemukakan bahwa warga Jakarta harus tahu dan tidak perlu ada lagi kesalahpahaman terkait biaya pembongkaran tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said karena anggarannya tak lebih Rp300 juta.
"Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar," kata Sugiyanto di Jakarta, Minggu (11/1).
Padahal, kata dia, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu. "Bukan hanya pembongkaran tiang," katanya.
Menurut dia, jika dihitung secara rasional dengan mengacu pada harga satuan pembongkaran beton yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi, biaya pembongkaran fisik tiang monorel justru berada pada kisaran ratusan juta rupiah, bukan puluhan miliar.
Harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik (m3). Sementara jumlah tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang, dengan estimasi volume masing-masing tiang sekitar 3-5 m3.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika dihitung total volume pembongkaran, menurut dia, berada di kisaran 300-500 m3. Dengan harga satuan Rp400.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp120 juta-Rp200 juta.
"Jika memakai harga tertinggi Rp600.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp180 juta sampai Rp300 juta. Jadi, secara logika teknis, pembongkaran 109 tiang monorel hanya memerlukan sekitar Rp300 juta," ujarnya.
Ia menambahkan, dengan asumsi tertinggi sekalipun, yakni volume 500 m3 dan harga Rp600.000 per m3 maka total biaya pembongkaran tetap tidak akan melebihi Rp300 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka ini merupakan perhitungan sederhana yang bisa diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka. "Jadi, tidak benar kalau pembongkaran tiang monorel saja disebut menelan biaya Rp100 miliar," katanya.
Ia menegaskan, untuk angka Rp100 miliar yang selama ini ramai diberitakan bukanlah biaya khusus untuk pembongkaran 109 tiang monorel, melainkan estimasi total anggaran penataan kawasan secara menyeluruh.
Sugiyanto menilai, kesalahpahaman ini muncul karena banyak masyarakat hanya membaca judul berita tanpa mencermati isi secara utuh.
Padahal dalam pemberitaan sebenarnya telah dijelaskan bahwa angka Rp100 miliar merupakan estimasi total biaya untuk penataan kawasan, yang mencakup pembongkaran tiang monorel, penataan trotoar serta perbaikan dan penataan badan jalan.
"Judul berita sering kali menyebut angka Rp100 miliar dan dikaitkan langsung dengan pembongkaran tiang monorel. Padahal, di dalam isi beritanya dijelaskan bahwa itu adalah satu paket pekerjaan penataan kawasan," katanya.
Hal inilah, menurut dia, yang kemudian menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!