Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Imbau bagi Warga untuk Mewaspadai Letusan Sekunder Gunung Semeru

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imbau bagi Warga untuk Mewaspadai Letusan Sekunder Gunung Semeru Doc: Antara

Lumajang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau warga untuk mewaspadai letusan sekunder Gunung Semeru saat hujan deras mengguyur lereng Gunung Semeru pada Minggu sore.

"Letusan sekunder terjadi di sepanjang Kali Wedok Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan, sedangkan yang di hilir tidak berdampak pada aktivitas warga," kata Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho saat dikonfirmasi per telepon di kabupaten setempat, Minggu.

Letusan sekunder merupakan semburan asap putih tebal yang terjadi saat air hujan bertemu material vulkanik panas sisa erupsi yang berada di sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan, sehingga menyebabkan jarak pandang terbatas.

Menurutnya, letusan sekunder di selatan pos pantau mengarah ke timur Jembatan Gladak Perak, sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi letusan sekunder saat terjadi banjir lahar dingin Gunung Semeru.

Letusan sekunder biasanya terjadi di luar pusat aktivitas gunung api yakni aliran Sungai Kobokan yang kini menampung tumpukan material awan panas yang suhunya sedang tinggi.

Berdasarkan catatan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, getaran banjir lahar terekam di seismograf sebanyak satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 milimeter dan lama gempa 6120 detik.

"Kami juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi banjir lahar hujan, serta para penambang pasir harus menghentikan aktivitas," tuturnya.

Banjir lahar hujan Gunung Semeru dari hulu mengalir ke Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang yang berada di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Isnugroho mengatakan status Gunung Semeru dalam masih siaga, sehingga masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini di kawasan Gunung Semeru dan sekitarnya yang menyebutkan bahwa terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada pukul 17.10 WIB.

"Hujan tersebut terjadi di wilayah Pronojiwo di Kabupaten Lumajang dan Ampelgading di Kabupaten Malang yang merupakan lereng Gunung Semeru hingga pukul 19.10 WIB," kata Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan dalam laporan tertulisnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.