Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

5 Penyakit yang Harus Menghindari Asupan Garam

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 12:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
5 Penyakit yang Harus Menghindari Asupan Garam Doc: foodstandard
Ket. Ist

JAKARTA - Garam telah lama dianggap sebagai musuh dalam diet, tren kesehatan dan saran kesehatan umum yang mendesak semua orang untuk mengurangi konsumsi garam.

Ditulis laman Hindustan Times, Sabtu (10/1) waktu setempat, ahli jantung dan spesialis transplantasi jantung Dr. Dmitry Yaranov menjelaskan bahwa garam tidak selalu berbahaya, tetapi dapat berbahaya bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu sehingga penting untuk memahami siapa yang harus membatasi natrium.

“Pada tubuh tertentu, garam bukanlah bumbu. Garam adalah bahan bakar bagi penyakit,” katanya. 

1. Pasien gagal jantung

Kelebihan natrium dapat memicu retensi cairan pada penderita gagal jantung, memperburuk penumpukan cairan dalam tubuh. Hal ini sering menyebabkan rawat inap yang lebih sering dan, seiring waktu, dikaitkan dengan angka harapan hidup yang lebih rendah.

2. Pasien hipertensi resisten

Pada pasien hipertensi resisten yang membutuhkan tiga hingga empat obat untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol, garam dapat sangat berbahaya.

“Jika tekanan darah Anda membutuhkan tiga hingga empat obat, garam bukanlah 'netral'. Ini adalah sabotase,” katanya.

3. Pasien penyakit ginjal kronis

Pasien ini biasanya disarankan untuk mengurangi asupan garam karena dapat memperburuk kondisi mereka. Dokter spesialis jantung menjelaskan, natrium mempercepat penurunan fungsi ginjal dan membuat pengendalian volume cairan hampir tidak mungkin dilakukan.

4. Pasien hipertensi portal

Menurut Dr. Yaranov, kelebihan garam juga dapat memperburuk pasien dengan hipertensi portal, yaitu tekanan darah tinggi pada sistem vena portal yang disebabkan oleh sirosis hati, serta memperparah asites, dengan memicu retensi cairan dan meningkatkan tekanan di dalam rongga perut.

5. Lansia dengan kekakuan pembuluh darah

Garam juga memperburuk keadaan lansia dengan kekakuan pembuluh darah karena arteri yang menua kehilangan kemampuannya untuk menangani natrium secara efisien, sehingga kelebihan garam lebih mungkin meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.