Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Superflu! Sekolah Perlu Terapkan Lagi Protokol Kesehatan

📅 Sabtu, 10 Jan 2026, 09:12 WIB | Oleh:
Waspada Superflu! Sekolah Perlu Terapkan Lagi Protokol Kesehatan Doc: ANTARA
Ket. Siswa menyimak materi pelajaran yang disampaikan guru sambil mengenakan masker saat hari pertama dimulainya kembali pembelajaran tatap muka di SDN 82/I Serasah, Batanghari, Jambi, Senin (22/2/2021).

JAKARTA - Kasus influenza A (H3N2) atau yang dikenal sebagai superflu meningkat di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sekolah diminta kembali menerapkan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan pendidikan. 

“Peningkatan kasus superflu tidak boleh dianggap sepele. Sekolah merupakan ruang publik dengan intensitas interaksi yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi tempat penularan penyakit. Karena itu, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief dalam rilis persnya, Jumat (9/1/2025).

Habib menegaskan, anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap penyakit menular, termasuk superflu. Lingkungan sekolah yang padat aktivitas menuntut adanya perlindungan ekstra agar hak anak untuk belajar dalam kondisi aman dan sehat tetap terjaga.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dasar seperti penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan harus kembali dibiasakan dalam aktivitas belajar mengajar.

“Masih banyak sekolah yang memiliki fasilitas cuci tangan di pintu masuk sekolah maupun ruang kelas. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.

Habib mendorong sekolah untuk membiasakan siswa mencuci tangan minimal 20 detik menggunakan sabun antiseptik sebelum kegiatan belajar dimulai. Selain itu, pengawasan dari guru dan pihak sekolah dinilai penting agar kebiasaan hidup bersih dan sehat benar-benar diterapkan secara konsisten.

Selain mencuci tangan, penggunaan masker juga dinilai efektif untuk menekan risiko penularan virus. “Masker dapat membantu mencegah penyebaran virus penyebab demam, nyeri sendi, dan gejala superflu lainnya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam upaya pencegahan. Menurut Habib, siswa yang sedang sakit seharusnya tidak dipaksakan untuk berangkat ke sekolah.

“Kesadaran orang tua sangat dibutuhkan. Jika anak sakit, sebaiknya beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke siswa lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib menilai sosialisasi mengenai superflu perlu digencarkan, baik kepada siswa, tenaga pendidik, maupun orang tua. Edukasi yang tepat akan membantu mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan langkah perlindungan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka menengah, Habib mendorong Kementerian Kesehatan untuk mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah-sekolah.

“Vaksinasi merupakan bentuk pencegahan yang terbukti efektif. Kami berharap ada sinergi lintas kementerian agar program vaksinasi influenza bagi siswa bisa segera direalisasikan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.